RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan bank sampah dan fasilitas daur ulang di Kabupaten Bekasi, sekaligus mengagumi inisiatif warga melalui dialog dengan Siti Fatinah.
Siti Fatinah, warga Kuningan yang tinggal di Bekasi, yang dikunjungi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, adalah penggerak utama komunitas bank sampah di lingkungannya.
Meskipun tinggal di rumah sederhana dan mengasuh dua anak yatim piatu, Siti Fatinah diketahui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, berhasil mengajak sekitar 70% dari 900 KK di wilayahnya untuk aktif memilah sampah rumah tangga.
Sampah plastik yang dipilah kemudian dijual ke bank sampah untuk didaur ulang.
Melihat kegigihan tersebut, Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi, memberikan bantuan modal kerja dan pembangunan pagar untuk bank sampah, serta memotivasi komunitas agar program "Ki Dalang" (Kampung Daur Ulang) dapat terus berkembang.
Setelah peresmian, Gubernur Jawa Barat meninjau workshop daur ulang yang berhasil mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti biji plastik (hasil cacahan botol) dan berbagai produk kreatif ramah lingkungan:
· Pakaian dari kain perca dengan teknik ecoprint.
· Tas belanja dari plastik daur ulang.
· Sabun dan hand sanitizer hasil olahan bahan bekas yang aman.
Untuk memastikan keberlanjutan dan memperluas manfaat ekonomi, Kang Dedi menginstruksikan adanya dukungan pasar bagi produk-produk daur ulang ini.
Dukungan tersebut meliputi kerja sama dengan minimarket untuk penjualan tas belanja daur ulang, pembelian pupuk kompos hasil daur ulang oleh Dinas Pertanian untuk didistribusikan ke petani, serta pembelian sabun hasil daur ulang oleh Pemda untuk dibagikan kepada anak-anak sekolah.
Gubernur menutup kegiatan ini dengan menegaskan bahwa peresmian bank sampah adalah langkah nyata membangun ekosistem kebersihan berkelanjutan.
Inisiatif ini diharapkan dapat mewujudkan Bekasi yang bersih, tertib, sejahtera, dan memperkuat semangat gotong royong.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga