RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri hari jadi Kota Tasikmalaya memberikan komentarnya terkait wacana penundaan pemilihan kepala daerah hingga tahun 2031.
Dedi Mulyadi menyebutkan, ada dua pihak yang sedang menunggu keputusan tersebut.
Pihak pertama, menurut KDM (sebutan kang Dedi Mulyadi), adalah para wali kota dan bupati yang berharap pemerintah mengeluarkan peraturan terkait perpanjangan masa jabatan.
Sementara itu, anggota DPRD juga tampak menikmati situasi.
“Lumayan, 2 tahun tidak perlu mengeluarkan modal,” ucap Gubernur Jawa Barat.
Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pejabat di tingkat provinsi dan Kementerian Dalam Negeri bukan termasuk pihak yang menunggu perpanjangan ini.
Mereka justru berharap, tidak ada perpanjangan masa jabatan, supaya bisa menikmati masa jabatan wali kota dan bupati tambahan dua tahun dengan santai.
“Lumayan kan, wali kota 2 tahun bisa jalan tanpa modal,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada santai.
“Kita kan orang Sunda, jadi seuri wae lah,” sambung Gubernur Jawa Barat.
Pernyataan ini kembali menimbulkan perdebatan publik mengenai masa jabatan kepala daerah dan kemungkinan perpanjangan, yang menjadi topik hangat publik maupun kalangan pemerintahan. (*)