Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Investasi Jabar Melesat 18 Persen, Serap Lebih dari 300 Ribu Tenaga Kerja Baru dalam 9 Bulan!

Kholikul Ihsan • Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi perusahaan otomotif BYD di Subang yang berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja Jawa barat.
Ilustrasi perusahaan otomotif BYD di Subang yang berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja Jawa barat.

RADAR BOGOR - Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif investasi dan motor penggerak ekonomi nasional.

Data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar menunjukkan realisasi investasi yang spektakuler selama periode Januari hingga September 2025, dengan total nilai mencapai Rp 218,17 triliun.

Capaian ini bukan hanya angka. Nilai investasi tersebut mencatatkan kenaikan signifikan, yakni 18,00 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (Rp 184,89 triliun), sekaligus menyumbang 15,2 persen dari total nilai investasi nasional.

Angka fantastis ini mengukuhkan Jabar sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.

303.469 Orang Terserap, Sektor Manufaktur Jadi Tulang Punggung

Lonjakan investasi ini berbanding lurus dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Investasi masif tersebut berhasil menciptakan 303.469 lapangan kerja baru hingga September 2025.

Jumlah ini naik 4,45 persen dari penyerapan tahun 2024 yang mencapai 290.545 orang.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menekankan bahwa investasi bukan sekadar statistik, melainkan kunci kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin setiap rupiah investasi yang masuk dapat membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi daerah, dan memperkuat daya saing Jawa Barat,” ujarnya, Jumat 17 Oktober 2025.

Secara rinci, penyerapan tenaga kerja didominasi oleh:

- Investasi Dalam Negeri (PMDN): 175.385 orang

- Investasi Asing (PMA): 128.084 orang

Mayoritas penyerapan berfokus pada sektor manufaktur dan jasa penunjang industri, menunjukkan fokus Jabar sebagai basis produksi nasional.

BYD Masuk, Ribuan Tenaga Kerja Terampil Diserap

Tren positif ini diperkuat dengan masuknya investasi strategis, seperti perusahaan otomotif global BYD (pembuat kendaraan listrik).

Di Kabupaten Subang, BYD dilaporkan telah menyerap 4.500 tenaga kerja terampil bersertifikat, menunjukkan tingginya kebutuhan akan SDM berkualitas seiring dengan perkembangan industri berteknologi tinggi di Jabar.

Dedi Taufik optimis angka investasi akan terus melambung.

“Angka investasi ini diharapkan terus meningkat seiring masuknya investasi baru di berbagai kawasan industri seperti Rebana, Bekasi, dan Bandung Raya,” tambahnya.

Inovasi Digital KUJANG Menjamin Layanan Cepat dan Transparan

Komitmen Pemerintah Provinsi Jabar untuk mempertahankan tren positif ini diwujudkan melalui peningkatan layanan investasi yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Salah satu terobosan utamanya adalah inovasi digital Sistem KUJANG (Kumpulan Layanan Perizinan Jawa Barat Terintegrasi).

Sistem ini dirancang untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengurus perizinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menjamin iklim investasi yang semakin kondusif dan pro-business.

Dengan capaian cemerlang ini, Jawa Barat memantapkan diri sebagai lokomotif investasi industri manufaktur Indonesia, mentransformasi angka realisasi menjadi penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya saing daerah di kancah global.***

Sumber naskah: jabarprov.go.id

Editor : Alpin.
#jawa barat #ekonomi nasional #investasi