Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tingkatkan Pemahaman Label Gizi, Departemen Gizi Masyarakat IPB University Dampingi UMKM Kabupaten Bandung

Alpin. • Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:29 WIB
Departemen Gizi Masyarakat IPB University dampingi UMKM Kabupaten Bandung.
Departemen Gizi Masyarakat IPB University dampingi UMKM Kabupaten Bandung.

RADAR BOGOR - Mendorong UMKM pangan lokal naik kelas tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kegiatan.

Butuh pendampingan berkesinambungan, pemahaman yang terus diasah, serta kehadiran langsung di tengah masyarakat.

Hal ini diwujudkan tim Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University melalui Program Dosen Pulang Kampung (DosPulkam) IPB 2025 batch kedua.

Kegiatan berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pada 6 Agustus 2025.

Pelatihan kali ini dikemas lebih interaktif dengan tema “Label Pangan dan Informasi Nilai Gizi.”

Tidak sekadar mendengarkan materi, para pelaku UMKM dilibatkan langsung untuk menilai produk mereka sendiri, memahami aturan label, hingga mencoba menyusun informasi nilai gizi dengan bimbingan tim IPB.

Program ini dirancang bukan hanya sebagai sosialisasi, tetapi juga bagian dari literasi pangan yang memperkuat kapasitas UMKM.

Label gizi diposisikan bukan sebagai beban administrasi, melainkan sebagai sarana komunikasi yang menambah nilai jual produk.

Melalui diskusi terbuka, peserta menyampaikan berbagai kendala. Mulai dari keterbatasan informasi, sulitnya akses, hingga teknis penerapan label gizi.

Sesi ini pun menjadi ruang aman untuk bertanya dan berlatih bersama. Berbeda dari batch sebelumnya, program tahun ini menekankan keberlanjutan.

IPB University tidak hanya memberi materi, tetapi juga membuka jalur pendampingan jangka panjang.

Materi pelatihan dibuat dalam format digital agar mudah diakses kembali oleh peserta.

Selain itu, tersedia layanan konsultasi produk secara berkala sebagai bentuk komitmen bahwa pengabdian tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyambut baik inisiatif ini. Keterlibatan akademisi dinilai memberi dampak nyata bagi peningkatan kapasitas UMKM pangan yang erat hubungannya dengan kesehatan masyarakat.

“Kami melihat pelatihan ini sangat penting untuk membantu pelaku usaha memahami label gizi. Produk mereka jadi lebih aman, sehat, dan berdaya saing, tidak hanya sekadar memenuhi regulasi,” ujar Iyus Rustandi, S.Sos., M.K.P., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan berencana menjadikan para peserta pelatihan ini sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam hal kelengkapan label dan informasi nilai gizi pada usaha PIRT di sekitar mereka.

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara universitas dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

Sebagai tindak lanjut, tim IPB University juga telah memaparkan hasil kegiatan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari, MM.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPB University yang dinilai sangat relevan untuk mendorong peningkatan mutu dan keamanan pangan daerah.

Ia berharap peserta pelatihan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada pelaku usaha lain di wilayahnya, sehingga semakin banyak UMKM yang memahami pentingnya label dan informasi gizi dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

Bagi IPB University, keberhasilan tidak diukur dari banyaknya peserta atau dokumen yang dihasilkan.

Yang lebih penting adalah perubahan pola pikir dan praktik UMKM dalam mengelola produk pangan.

Melalui program ini, IPB terus mendorong terciptanya ekosistem UMKM pangan yang lebih sehat, peduli gizi, dan siap bersaing di pasar yang semakin menuntut keterbukaan serta kualitas.(**)

Editor : Alpin.
#ipb #umkm #gizi masyarakat