Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jelaskan Soal Pengelolaan APBD Provinsi Jabar: Punya Kas Rp2,5 Triliun, Dorong Belanja Publik hingga Tekan Silpa
Eka Rahmawati• Senin, 20 Oktober 2025 | 13:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait pembangunan di Jabar.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini yang memiliki kas sebesar Rp2,5 triliun.
Provinsi Jawa Barat dicap terbaik dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait realisasi pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2025.
Gubernur Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jawa Barat, seluruh aparat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bekerja dengan baik sehingga Jawa Barat dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam melakukan pengelolaan keuangan daerah, baik pendapatan maupun pengeluaran.
"Perlu saya sampaikan bahwa hari ini kas di Provinsi Jawa Barat sebesar Rp2,5 triliun per hari ini, jumlah biaya kebutuhan yang harus dibayarkan sampai bulan Desember itu sebesar Rp7,5 triliun," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Senin, 20 Oktober 2025.
Dedi Mulyadi berharap pendapatan Provinsi Jawa Barat sampai akhir Desember 2025 mencapai Rp6 sampai Rp6,5 triliun.
"Kita berharap juga hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong kembali ruang belanja publiknya terus ditingkatkan karena itu yang menjadi kebutuhan dasarnya," imbuhnya.
Sedangkan untuk kebutuhan barang dan jasa atau kebutuhan internal birokrasinya Dedi Mulyadi menegaskan pihaknya melakukan pengelolaan secara hati-hati terlebih untuk pengeluaran.
"Kami hanya akan mengeluarkan hal-hal yang dianggap menjadi kebutuhan yang sangat mendasar, itulah standarisasi layanan yang kami lakukan," tegas gubernur Jawa Barat.
Tak hanya itu Dedi Mulyadi juga menjelaskan biasanya Provinsi Jawa Barat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) per tahun atau uang yang tidak dibelanjakannya mencapai Rp1,7 triliun dan menjadi piutang maka tahun ini pihaknya mentargetkan silpa Provinsi Jawa Barat bisa di bawah Rp100 miliar.
"Kami berharap bahkan bisa terserap silpanya di bawah 50 atau 20 persen tetapi prinsip kehati-hatian tetap harus kami lakukan agar kasnya itu tidak terlalu kosong karena takut ada peristiwa-peristiwa penting yang harus diantisipasi," jelas Dedi Mulyadi.
Barcode Lombok PostPlaystore Lombok Post Editor : Eka Rahmawati