RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya mengunggah saat melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan air minum besar yang pabriknya ada di Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti masalah infrasturktur, hingga beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan milik perusahaan air minum tersebut.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, standarisasi kendaraan perusahaan air minum tersebut lemah, hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 3 orang, beberapa waktu lalu.
Padahal, menurut Dedi Mulyadi, Provinsi Jawa Barat memberikan fasilitas dengan memberikan infrasturktur jalan yang bagus, yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan tersebut.
"Jalannya kan sudah bagus, bisa dimanfaatkan perusahaan dengan gratis, berarti kan kecelakaan itu memang karena standarisasi yang dilakukan perusahaan ini lemah. Ini harus jadi pelajaran," kata dia.
Dedi juga menjelaskan, bahwa beberapa jalur yang ada di Jawa Barat, sudah minim dilalui kendaraan besar lainnya. "Kecuali kendaraan perusahaan kalian," tegas Dedi.
Dia pun meminta agak perusahaan air mineral itu tidak memanipulasi jumlah angkutan atau muatan, atau mengakali aturan.
Sebab, menurut Dedi, perusahaan air mineral tersebut pun memperoleh bahan baku gratis dari sumber mata air.
Perusahaan hanya membayar pajak ke pemerintah. Sementara perusahaan lainnya, membayar double.
"Kalian kan hanya bayar pajak, tapi bahan baku diambil gratis. Sementara perusahaan lain, bahan baku bayar, juga bayar pajak bahan baku dan lainnya," beber Dedi.
Sehingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta perusahaan air mineral tersebut, untuk mematuhi aturan, membayar pajak tepat waktu, dan mendata muatan sesuai aturan, hingga membenahi kendaraan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga