RADAR BOGOR - Saat berkunjung ke Kabupaten Pangandaran, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti prinsip penting dalam pengembangan pariwisata.
Menurut Dedi Mulyadi, pariwisata memiliki tiga hukum utama yakni kadeuleu (harus enak dipandang), kareungeu (harus menarik), dan karasa (harus terasa).
Dalam kunjungannya, KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi) memuji kondisi alam Pangandaran yang masih asri.
“Kuring titadi ti belah ditu nanjak. Duh, leuweungna alus keneh,” ujarnya.
KDM menekankan pentingnya tampilan yang indah dalam setiap destinasi wisata.
Dedi Mulyadi juga menyinggung mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) di Pangandaran.
Ia menjelaskan, jalan nasional yang dilalui belum sepenuhnya memiliki PJU karena memerlukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Pasangan PJU sapanjang jalan can bisa karena ini jalan nasional. Nanti harus ada perjanjian dulu agar pemerintah provinsi bisa memasang PJU di sini,” jelas KDM.
Meski begitu, ia memuji kondisi jalan yang mulus dan rapi.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya pengaturan penggunaan spanduk dan bendera di kawasan wisata.
Menurutnya, penataan visual yang baik akan meningkatkan daya tarik wisata.
“Engkin mah tong aya nu masang bandera di mana wae, tong aya nu masang sepanduk di mana wae. Kudu aya tempatna, kudu diatur,” tegasnya.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa pariwisata tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga pengalaman visual yang menyenangkan bagi wisatawan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berharap, Kabupaten Pangandaran terus menjaga keindahan alam dan tertib dalam pengelolaan ruang publik agar wisatawan semakin nyaman berkunjung. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim