RADAR BOGOR - Saat mengunjungi Kabupaten Pangandaran, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap daerah ini.
Menurutnya, pengalaman akan terasa lebih nyata ketika membandingkan yang sudah ada dengan yang akan datang.
“Kalau sudah terbanding, rasa kadeuleu dan kaangseu pasti akan terasa. Rasanya seperti gamelan yang terdengar lembut, menenangkan hati,” kata Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan, di Mekah, kualitas sound system masjid yang mahal memungkinkan imam terdengar jelas, dan hal ini memengaruhi kenyamanan ibadah.
“Begitu juga tempat wisata, jika yang lama sudah nyaman, yang baru dirancang juga pasti akan sukses,” ujarnya.
Menyinggung tentang fasilitas wisata di Pangandaran, Dedi Mulyadi menilai kondisi beberapa hotel masih perlu perbaikan.
Menurutnya, posisi hotel sebaiknya menghadap langsung ke laut untuk menambah daya tarik wisata.
Namun, pembangunan masih terbatas, kemungkinan karena keterbatasan dana.
Ia menekankan pentingnya tata ruang dan desain yang terencana, termasuk kemungkinan memanfaatkan material lokal seperti bambu untuk membangun rumah dan warung wisata di pinggir pantai.
“Bayangkan jika semua rumah dan warung di sana seragam menggunakan bambu, pasti akan menambah keindahan dan ciri khas wisata Pangandaran,” imbuhnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Gubernur Jawa Barat berharap wisata di Pangandaran semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti