RADAR BOGOR - Unggahan terbaru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Instagram pribadinya, mengenai kredit rumah produktif menjadi sorotan warga.
Bagaimana tidak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi memberikan kredit rumah produktif ke seorang pengusaha brownies dari Karawang.
Di mana, dalam unggahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membeberkan, bahwa dia mendapatkan fasilitas kredit rumah produktif sebesar Rp150 juta, yang ditujukan untuk pengembangan dan perluasan rumah produksinya agar lebih layak.
Program ini merupakan perwujudan komitmen Pemprov Jabar untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang usaha yang produktif.
“Ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk membuat rumah-rumah masyarakat menjadi lebih luas dan produktif,” ucap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dilansir dari akun media sosial Instagram @dedimulyadi71.
Fasilitas kredit Rp150 juta tersebut disalurkan melalui Bank BJB dengan bunga ringan, yaitu 6% per tahun.
Skema pembiayaan ini dirancang untuk meringankan beban pelaku usaha mikro, terutama ibu rumah tangga pelaku UMKM, agar mereka dapat mengembangkan bisnis tanpa terbebani bunga tinggi.
Pengusaha brownies Karawang ini dijadikan contoh inspiratif bagi ibu rumah tangga lain karena telah memilih menjadi sosok yang produktif.
Dengan hasil penjualan kue brownies, ia mampu mencicil kredit secara mandiri melalui Bank BJB.
“Ibu ini contoh yang baik, tidak menghabiskan waktunya untuk hal-hal konsumtif, tapi berusaha produktif. Dari brownies yang dibuatnya, hasilnya digunakan untuk mencicil kredit,” puji Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat berharap kredit ini membawa manfaat nyata, yaitu peningkatan kapasitas usaha melalui rumah produksi yang lebih layak dan luas, sehingga pendapatan keluarga bertambah.
Program kredit rumah produktif ini merupakan langkah strategis Pemprov Jabar dalam memperluas akses permodalan mudah dan bunga rendah bagi UMKM, sejalan dengan visi menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui ekonomi berbasis keluarga.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga