RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah membenahi transportasi publik khususnya di sektor pengangkutan barang dengan tidak menggunakan kendaraan besar terlebih kerap kelebihan muatan.
Dedi Mulyadi akan menerapkan peraturan terhadap perusahaan-perusahaan air mineral yang kerap menggunakan truk kelebihan muatan dan melintas di Provinsi Jabar agar menggunakan kendaraan sumbu dua.
Pada Januari 2026 mendatang rencananya kendaraan besar apalagi yang kelebihan muatan tak bisa melintas di jalan Provinsi Jabar.
Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat bertemu dengan jajaran manajemen Aqua sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dalam pertemuan tersebut, gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa pihaknya sudah membuat surat untuk seluruh perusahaan air mineral agar mengubah kendaraan pengangkut barang menjadi kendaraan dua sumbu.
Perusahaan-perusahaan itu pun diminta agar mempersiapkannya dan masih diberi waktu selama dua bulan yakni November dan Desember 2025 dan mulai diterapkan pada Januari 2026.
"Per 2 Januari harus menggunakan mobil-mobil kecil, dengan tujuan kami lagi bangun jalan gila-gilaan, kami ingin jalan di Jawa Barat dinikmati banyak orang, awet," ujar Dedi Mulyadi dalam pertemuan dengan pihak Aqua.
Dedi Mulyadi menyoroti kendaraan atau truk dengan kapasitas muatan lebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berpotensi menimbulkan kecelakaan hingga membuat jalan rusak.
Sebelumnya Dedi sudah melakukan langkah terhadap truk tambang di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya di Kabupaten Bogor dan saat ini menutup sementara aktivitas tambang di wilayah tersebut.
Kini Dedi menyoroti truk pengangkut air mineral bahkan belum lama ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
"Nabrak orang tiga orang meninggal karena bebannya terlalu berat, mobilnya udah tua-tua. Kalau begini di Jawa Barat seluruh pengangkutan bahan material tambang yang jalannya langsung melewati jalan kabupaten, jalan provinsi sumbo dua," jelas Dedi Mulyadi.
Langkah tersebut dilakukan gubernur Jawa Barat demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dan ia tengah berupaya membenahi transportasi publik khususnya di sektor pengangkutan barang.
"Jadi tujuan saya waktu itu adalah ingin membenahi transportasi publik sektor pengangkutan barang dengan tidak menggunakan mobil besar," tegas Dedi Mulyadi.
Mantan bupati Purwakarta itu juga mengungkapkan tak hanya Aqua, ia juga menyasar seluruh perusahaan air minum atau air mineral di seluruh wilayah Jawa Barat.
"Nanti juga ke seluruh air mineral bukan hanya Aqua pada semuanya semua harus tertib terarah memiliki komitmen pada lingkungan," ucap gubernur Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati