Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tetapkan Siaga Darurat Bencana Termasuk Depok, Ini Langkah Wali Kota Supian Suri

Ahmad Sopyan • Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:36 WIB
Cuaca mendung menyelimuti Kota Depok Rabu, 29 Oktober 2025.
Cuaca mendung menyelimuti Kota Depok Rabu, 29 Oktober 2025.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menetapkan status siaga darurat bencana untuk 27 kabupaten/kota di wilayahnya salah satunya Kota Depok. 

Penetapan status tersebut dilakukan menyusul meningkatnya potensi bencana seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem menjelang musim hujan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.

Salah satu upaya strategis yang tengah dilakukan adalah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai lembaga khusus yang menangani kebencanaan secara lebih terarah dan maksimal.

Ia menjelaskan, proses pembentukan BPPD tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di musim penghujan.

"Saat ini penanganan bencana masih berada di bawah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), kami sudah menginisiasi untuk pemecahan perangkat daerah, dari Damkar yang masih terkait dengan bencana, untuk membangun sendiri BPPD. Insya Allah ini dalam proses, sehingga kami akan lebih maksimal mengantisipasi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan,” ujar Supian Suri di Balai Kota, Rabu, 29 Oktober 2025.

Selain itu, Supian Suri juga mengimbau masyarakat Kota Depok untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor atau banjir.

Kata dia, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.

“Saya tetap meminta kepada seluruh masyarakat Kota Depok untuk tetap waspada pada posisi atau lingkungannya masing-masing, menjaga kemungkinan-kemungkinan yang kita tidak inginkan,” jelasnya.

Sementara itu, data yang dihimpun Radar Bogor, Kota Depok kerap dilanda bencana banjir longsor dan angin puting beliung.

Banjir menjadi kasus paling tinggi di Kota Depok, data dari Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mencatat, ada 74 bencana banjir yang melanda.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 2.556 keluarga di Kota Depok terdampak terdiri dari 9.784 jiwa. Sebanyak 4.850 laki-laki dan 4.934 perempuan.

Sementara itu data yang dihimpun Radar Bogor, banjir paling parah sejak Januari hingga September 2025 yakni banjir di Perumahan Vila Pamulang, Bojongsari, Kota Depok.

Ada 8 RT yang terdampak banjir di permuhan tersebut, banjir terjadi akibat tanggul Kali Angke jebol dan meluap.

Selain itu, di Kota Depok banjir juga terjadi di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Bandung Cinere, Jalan Raya Margonda, Jalan Balikpapan Cimanggis, Jalan GDC, Jalan Kampung Sawah. (Faj)

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #siaga darurat bencana #depok #gubernur jawa barat