Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Mutasi Biasa, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Penempatan Ratusan Kepala Sekolah Dekat dengan Rumah

Kholikul Ihsan • Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan mutasi kepala sekolah di Gedung Sate.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan mutasi kepala sekolah di Gedung Sate.

RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meluncurkan kebijakan inovatif di sektor pendidikan yang bertujuan meningkatkan efektivitas kinerja para pemimpin sekolah sekaligus menyeimbangkan kehidupan pribadi mereka.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan dan mutasi kepala sekolah yang berlangsung di Gedung Sate pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Kebijakan utama yang menjadi sorotan adalah penempatan kepala sekolah di lokasi yang sedekat mungkin dengan domisili mereka, sebuah langkah yang diklaim akan membuat kinerja kepala sekolah lebih fokus dan efisien.
 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa mutasi ini difokuskan agar lokasi sekolah tempat kepala sekolah bertugas berada dalam jangkauan yang sangat dekat, idealnya dalam satu kecamatan atau satu kabupaten yang sama dengan tempat tinggal mereka.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mutasi Ratusan Kepala Sekolah di Jabar, Tugas Sesuai Domisili Agar Dekat dengan Rumah
 
“Kini para kepala sekolah ditugaskan di wilayah yang berdekatan dengan domisili mereka, baik dalam satu kecamatan maupun satu kabupaten, dengan begitu, mereka bisa bekerja lebih fokus dan efisien,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.
 
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, merincikan bahwa total 641 SK telah diserahkan. Angka tersebut terdiri dari dua kategori:
 
1. 215 guru yang dipromosikan (diangkat) menjadi kepala sekolah.
 
2. 426 kepala sekolah, yang dimutasi untuk mendekatkan domisili dengan lokasi tugas.
 
Menurut Purwanto, upaya mutasi ini adalah pengembalian kepala sekolah ke kabupaten atau kota domisili mereka. Meskipun mayoritas berhasil ditempatkan dekat rumah, masih ada tantangan kuota di beberapa wilayah.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Buat Aturan untuk Perusahaan Air Mineral di Jabar, Mulai Januari 2026 Angkut Barang Pakai Kendaraan Sumbu Dua
 
“Contohnya, apabila seharusnya bertugas di Kota Sukabumi namun kuotanya telah terpenuhi, maka penempatan dilakukan di Kabupaten Sukabumi dengan jarak yang diusahakan sedekat mungkin. Saat ini, sebagian besar kepala sekolah sudah ditempatkan lebih dekat dengan tempat tinggalnya,” ujarnya.
 
Salah satu penerima manfaat dari kebijakan ini adalah Cecep Rahmat Hidayat. Guru bimbingan Konseling SMAN 1 Ciwidey ini diangkat menjadi Kepala Sekolah di SMA Pasir Jambu, yang lokasinya masih dekat dengan rumahnya di Ciwidey.
 
“Saya sangat bersyukur, letak sekolah yang dekat memudahkan saya menjangkau tempat tugas sambil tetap dekat dengan keluarga. Kinerja juga bisa lebih maksimal,” ungkap Cecep.
 
Kebijakan penempatan berbasis domisili ini diharapkan menjadi pendorong semangat baru di dunia pendidikan Jawa Barat, memastikan bahwa para pemimpin sekolah dapat memberikan kontribusi maksimal tanpa mengorbankan kualitas hidup dan kedekatan dengan keluarga.***
 
 
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #kepala sekolah #gubernur jawa barat