RADAR BOGOR - Kalah jadi abu, menang jadi arang. Begitulah nasib pelajar SMP yang terlibat bentrokan di Kota Depok. Yang kalah masuk rumah sakit, yang menang masuk jeruji besi.
Dua pelajar yang kalah dan kabur saat bentrokan di Sawangan Kota Depok masuk rumah sakit akibat luka di tubuh dan wajah mereka.
Sementara itu, tiga pelajar SMP yang menang, kini sudah ditangkap polisi dan mendekam di balik jeruji besi Polsek Bojongsari, Polres Metro Depok.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, pelajar yang yang terlibat bentrokan sudah ditangkap.
"Iya, tiga orang pelakunya, semuanya masih pelajar SMP," katanya kepada Radar Bogor Senin 3 November 2025.
Ia memaparkan, tiga pelajar yang ditangkap itu berinisial FJ, TA dan IB. Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam aksi bentrikan yang mengakibatkan korban luka-luka.
"Jadi FJ ini yang eksekusi, TA jadi joki yang bawa motor dsn IB ini yang menyediakan sajam," paparnya.
Made menuturkan, ketiga pelajar tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyita barang bukti yang digunakan untuk bentrokan. Seperi satu bilang gobang dan dua bilah celurit.
Diberitakan sebelumnya, dua anak belasan tahun berisinial JU dan DF harus dilarikan ke Rumah sakit.
Dua pelajar tingkat SMP itu terkapar di pinggir jalan bilangan Sawangan, Kota Depok usai terkena sabetan sajam.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, keduanya merupakan remaja yang kabur saat hendak bentrokan.
"Jadi, dua korban ini mau bentrok, tapi kalah jumlah, terus kabur dan dikejar lawanya," katanya kepada Radar Bogor
Made pun meminta kepada para orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi anaknya. Termasuk mengawasi handphone anaknya.
Jangan sampai anaknya terlibat dalam aksi bantrokan. Baik menjadi korban ataupun pelaku bentrokan. (faj)
Editor : Yosep Awaludin