RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi kepada warga terdampak penutupan tambang di wilayah Kabupaten Bogor seperti Parung Panjang, Cigudeg, Rumpin.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun menemui langsung warga di Kabupaten Bogor didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade.
Warga sekitar yang juga bekerja di pertambangan mengungkapkan upah yang mereka terima hingga membuat Dedi Mulyadi terkejut lantaran dinilai sangat rendah.
Salah satunya Badriadi warga Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang mengaku bekerja sebagai buruh atau kuli angkat batu.
"Ngaganjur (angkat batu) sehari berapa?" tanya gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Paling Rp30 ribu pak," jawab Badriadi.
"Gak tinggi, sehari ngangkat pasir cuma dapat Rp30 ribu," kata Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar kemudian menjelaskan nantinya ia akan mendapat uang kompensasi Rp3 juta pada November 2025 kemudian rencananya Januari 2026 akan mendapat Rp6 juta.
"Jadi kalau hari ini bulan pertama dikasih Rp3 juta gede donk?" tanya Dedi lagi yang disambut ucapan bersyukur dari Badriadi maupun warga lainnya.
"Nanti kita bayar lagi di bulan Januari, kita anggarin lagi sekitar Rp6 juta," sambung Dedi Mulyadi.
Tak hanya Badriadi, warga Cigudeg lainnya yakni Suhanda juga mengalami nasib sama, hanya saja upah yang ia terima per hari antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.
"Dapat paling gede Rp50 ribu," kata Suhanda kepada Dedi Mulyadi.
"Jadi ayeuna meunang Rp3 juta teh atoh atuh? (Jadi sekarang mendapat Rp3 juta senang donk? ucap mantan bupati Purwakarta tersebut.
"Alhamdulillah," jawabnya.
Tak hanya itu Kamud yang sehari-hari mengangkat batu juga mengaku mendapat upah Rp50 ribu.
Dalam perbincangan dengan warga terdampak penutupan tambang, Dedi Mulyadi menyoroti rendahnya upah yang diterima hingga kurangnya perhatian seperti tidak mendapat jaminan BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.
Editor : Eka Rahmawati