RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyampaikan terkait perkembangan masalah tambang di wilayah Kabupaten Bogor seperti Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg dan sekitarnya.
Dedi Mulyadi mengatakan proses pembangunan jalan saat ini tengah berlangsung dan berjalan dengan lancar.
"Kami sampaikan ya bahwa tahapan-tahapan penyelesaian Parung Panjang satu per satu bisa kita tangani dengan baik, pembangunan jalan berjalan dengan lancar," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 4 November 2025.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menambah perbaikan jalan sekitar 4 kilometer dan secara bertahap menyelesaikan persoalan di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.
"Yang kedua bahwa masyarakat yang terdampak dari penutupan tambang kami bisa tangani untuk kebutuhan pokoknya," sambungnya.
Dedi Mulyadi juga menyoroti video viral istri Kades Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor yang pamer tumpukan uang.
"Khusus buat Bu Kades yang dermawan saya sampaikan ya di warga ibu ternyata upahnya sangat rendah mereka rata-rata di bawah Rp50 ribu penghasilannya, sopir hanya sekitar Rp80 ribu," ujar Dedi Mulyadi.
Warga yang bekerja di pertambangan wilayah tersebut kata gubernur Jabar tidak menikmati upah yang layak dan tidak dilindungi oleh BPJS.
"Rumah mereka tidak layak, infrastruktur di sekitar desa hancur berantakan, untuk itu saya mengajak kepada kepala desa, ibu Ketua PKK dan seluruh warga mari kita pulihkan Cigudeg Rumpin, Rengasjajar, dan sekitarnya agar tambang memiliki keadilan bagi masyarakat masyarakat," ungkap Dedi Mulyadi.
Menurut gubernur Jabar warga harus memiliki rumah yang layak, air bersihnya harus dinikmati dengan baik, infrastruktur jalannya harus baik, termasuk anak-anaknya harus bisa sekolah dengan baik.
"Pajak yang dipungut oleh negara dari tambang harus kembali untuk diutamakan kepentingan warga sekitar, inilah tekad kami memimpin Jawa Barat mengambil langkah-langkah tegas," kata Dedi Mulyadi.
"Semoga ke depan kita bisa melakukan penataan kehidupan lebih baik pembangunan bukan untuk kita tapi pembangunan untuk warga," sambungnya.
Editor : Eka Rahmawati