RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah bertemu dengan warga terdampak penutupan tambang di wilayah Kabupaten Bogor seperti Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, dan sekitarnya.
Dedi Mulyadi berbincang banyak hal mulai dari kuli angkut batu, pasir, penjual warung nasi hingga sopir truk tronton.
Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengucurkan bantuan terhadap warga sekitar yang terdampak penutupan tambang termasuk para pekerja sebesar Rp3 juta untuk November 2025 dan Rp6 juta para Januari 2026 dan pencarian rencananya dilakukan dalam dua tahap.
Gubernur Jawa Barat juga menawarkan kredit tanpa DP atau down payment kepada para sopir truk tronton yang biasa bekerja di pertambangan wilayah Kabupaten Bogor.
Hal tersebut disampaikan gubernur Jabar saat bertemu dengan salah satu sopir truk yang juga menyampaikan penghasilannya selama ini.
Dalam perbincangan tersebut, sopir truk tronton mengaku mendapat upah sebesar Rp70 ribu per hari dan membuat Dedi Mulyadi sempat terkejut terlebih pekerjaan mereka cukup berisiko tetapi mendapat penghasilan yang minim.
"Saya punya konsep begini andai kata bapak, Pemerintah Provinsi Kabupaten Bank Jabar (BJB) membuat kredit untuk mobil colt diesel nanti yang ngangkut tambang, angkut pasir, angkut batu, kreditnya tanpa DP Bapak langsung punya mobil baru atau bekas setelah itu Bapak nyicil dari hasil Bapak ngangkut mau nggak?" ujar gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Mau," jawab para sopir kompak saat mendapat tawaran dari Dedi Mulyadi yang lantas meminta Bupati Bogor Rudy Susmanto yang berdiri di sampingnya untuk melakukan pendataan.
"Nanti didata Pak Bupati, nanti warga Bogor yang asalnya sopir tronton Pemda Provinsi dan kabupaten kerja sama dengan BJB memberikan kredit mobil tanpa DP," jelas Dedi Mulyadi.
Menurut gubernur Jabar program tersebut rencananya dijalankan setelah persoalan tambang di wilayah Kabupaten Bogor selesai atau tertata dengan baik.
"Jadi nanti suatu saat kalau sudah tertata nanti saya buatkan konsep yang jadi sopirnya itu menjadi pemilik mobil biar orang setempat hidupnya maju ada tambang tapi ekonomi meningkat tidak akan seperti sekarang," tegasnya.
Editor : Eka Rahmawati