RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta, masyarakat untuk tidak tersinggung atau bereaksi berlebihan terhadap anggapan yang menyebut dirinya lebih cocok disebut sebagai konten kreator.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kemampuan mengelola media sosial secara efektif justru memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jawa Barat.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengungkapkan, tidak perlu marah ketika orang menyebut dirinya konten kreator.
"Justru kemampuan mengelola media sosial itu menghemat banyak anggaran dan memberi dampak positif untuk masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi di YouTuber Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dedi menjelaskan, berkat strategi komunikasi digital yang efisien, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tidak lagi harus mengeluarkan dana puluhan miliar rupiah untuk kerja sama dengan media, membayar buzzer, atau menggunakan jasa influencer.
Anggaran yang dihemat itu kemudian dialihkan untuk berbagai program nyata bagi rakyat.
Sebagai hasilnya, pada tahun ini Pemprov Jabar berhasil membangun jalan sepanjang 664 kilometer, memasang 14.259 unit penerangan jalan umum (PJU), serta menormalisasi sungai hampir 14 kilometer.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan sambungan listrik gratis bagi hampir 100.000 keluarga miskin di Jawa Barat.
Selain sektor infrastruktur, Dedi menyebut pihaknya juga telah melakukan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) sebanyak 1.270 unit, membangun 12 unit sekolah baru, serta menambah 764 ruang kelas baru dan memperbaiki 150 kelas di berbagai daerah.
Dalam bidang sosial, Pemprov Jabar bersama pemerintah kabupaten/kota juga telah memberikan asuransi bagi lebih dari satu juta warga, serta menyelesaikan hampir 15 kasus pengaduan masyarakat yang sempat tertunda.
Selain itu, sekitar 3.500 anak mendapatkan beasiswa dan bantuan biaya sekolah gratis.
“Semua capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama. Mari kita tetap fokus membangun Jawa Barat untuk kesejahteraan rakyat,” kata Dedi Mulyadi menegaskan.
Ia juga menambahkan, berbagai kritik, sindiran, atau nyinyiran yang ditujukan padanya akan dijadikan sebagai pengingat agar tidak sombong dan tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Bagi dirinya, kata Gubernur Jawa Barat, kritik tersebut obat agar tidak jumawa.
Justru dengan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, bisa terus mawas diri. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim