Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Siapkan Rumah Sakit Terapung hingga Ambulans Khusus untuk Hadapi Bencana
Kholikul Ihsan• Kamis, 6 November 2025 | 13:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Apel Siaga Tanggap Bencana.
RADAR BOGOR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menunjukkan komitmen dalam menghadapi puncak musim hujan dan potensi bencana alam.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi fokus pada kesiapan fasilitas medis dan infrastruktur darurat, termasuk pengadaan rumah sakit terapung dan ambulans khusus segala medan.
Kesiapsiagaan ini ditekankan Dedi Mulyadi saat menghadiri Apel Siaga Tanggap Bencana Polda Jabar Tahun 2025 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 5 November 2025.
Gubernur Jawa Barat juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan armada dengan kualifikasi khusus.
“Bencana alam sering mengakibatkan jalan rusak, oleh karena itu, (Dinas Kesehatan) harus menyediakan ambulans yang dapat turun dan naik di daerah curam,” tegas Dedi Mulyadi, sebagaimana dikutip dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.
Inovasi yang paling mencolok yakni rencana pengadaan rumah sakit bergerak via air. Pada tahap awal, Pemprov Jabar membutuhkan empat rumah sakit terapung, terutama untuk melayani korban bencana di wilayah utara dan selatan Jawa Barat yang rentan terhadap banjir.
Selain itu, motor dan mobil operasional tanggap darurat juga disiapkan untuk memperkuat mobilitas di darat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan vital ini memerlukan alokasi dana yang memadai. Oleh karena itu, Pemprov Jabar berkomitmen menyiapkan anggaran yang diperlukan.
“Pendanaan pun harus tersedia, Pemprov Jabar menyiapkan dana tanggap darurat bencana,” kata gubernur Jawa Barat.
Untuk mempermudah koordinasi antarinstansi dalam penanganan yang cepat, Gedung Sate, kantor pusat pemerintahan Jabar, akan diubah fungsinya menjadi pusat komando.
“Di Gedung Sate disediakan ruangan khusus sebagai call center, tempat seluruh unsur seperti TNI/Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, dan BMKG bersiaga. Di ruangan ini juga terdapat layar yang menampilkan informasi terkait langkah yang harus diambil,” jelas Dedi Mulyadi.
Jaringan kesiapsiagaan juga akan diperluas ke lima kantor wilayah gubernur di seluruh Jabar.
Langkah strategis Gubernur Dedi Mulyadi mendapat apresiasi dari Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan yang juga mengerahkan kekuatan penuh.
Kapolda Jabar menyebutkan sebanyak 2.500 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Pemprov Jabar, dan relawan (termasuk Pramuka) telah dilibatkan dalam Apel Siaga. Keterlibatan ribuan personel ini sangat penting mengingat tingginya frekuensi bencana di Jabar.
“Sejak awal tahun 2025, telah terjadi 1.500 peristiwa bencana di Jawa Barat,” ungkap Irjen Pol Rudi Setiawan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 19 Oktober 2025, telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, didominasi banjir (1.289) dan cuaca ekstrem.
Dengan kombinasi inovasi medis, kesiapan anggaran darurat, dan pengerahan 2.500 personel, Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bertekad meminimalisir dampak korban jiwa dan kerugian akibat bencana.***