RADAR BOGOR - Sebuah momen haru terjadi ketika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan Nur Bakri, pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini menjadi warga Jabar.
Pertemuan keduanya menjadi viral setelah Nur Bakri datang dan bersujud di hadapan sang gubernur untuk memohon pekerjaan.
Dalam pertemuan tersebut, Nur Bakri bercerita bahwa ia dan istrinya telah menikah sejak tahun 1993.
Mereka bertemu di Jakarta ketika sang istri bekerja di bidang konveksi.
Kini, pasangan tersebut bahkan telah dikaruniai tiga orang cucu.
Sambil menahan haru, Nur Bakri mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.
Ia sempat bekerja sebagai tukang potong rumput di kawasan kantor pemerintahan Bandung, namun sudah empat bulan terakhir tidak tercatat secara resmi sebagai pegawai.
Gajinya selama ini hanya diberikan secara pribadi oleh salah satu pegawai senior yang dikenal sebagai staf di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor.
“Saya datang ke kantor bupati di Bogor untuk menagih gaji sebulan yang belum dibayar. Tapi saya merasa semua ini sudah takdir Allah, karena justru di situ saya akhirnya bisa bertemu Bapak Gubernur,” ujar Nur Bakri dengan suara bergetar.
Setelah kehilangan pekerjaan, Nur Bakri sempat menganggur selama empat bulan.
Dalam kondisi sulit, ia dan keluarga memutuskan pindah ke Kabupaten Bogor agar anak bungsunya bisa bersekolah bersama kakaknya.
Anak tersebut sebelumnya bersekolah di SD Cijerokaso, Gegerkalong Hilir, Bandung.
Meski berat meninggalkan guru-gurunya, keluarga terpaksa pindah karena keadaan ekonomi.
“Anak saya sempat nangis karena berat ninggalin sekolah lama, tapi kami bersyukur masih bisa lanjut sekolah di Bogor,” tambahnya.
Saat bertemu Dedi Mulyadi di Bogor, Nur Bakri datang bersama istri dan anaknya.
Ia menangis dan bersujud memohon pekerjaan, agar bisa kembali menafkahi keluarga.
“Saya tidak pilih-pilih kerja, Pak. Kerja kasar juga saya mau, yang penting halal dan bisa menafkahi istri, anak, dan cucu,” ujarnya tulus.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi terharu dan langsung menawari pekerjaan untuk Nur Bakri.
Ia akan ditempatkan sebagai tenaga kebersihan di jalan-jalan provinsi Jawa Barat, khususnya di kawasan sekitar Gedung Sate, Bandung.
“Kita memang lagi butuh tenaga kebersihan untuk jalan-jalan provinsi. Untuk tahap pertama, Bapak bisa kerja di sekitar Gedung Sate dulu,” kata Dedi.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga berjanji akan membantu Nur Bakri untuk mendapatkan tempat tinggal sementara di Bandung agar lebih mudah bekerja.
Tak hanya sebagai tukang kebersihan, Nur Bakri juga menyebut masih memiliki kemampuan lain, seperti memasang keramik, plumbing, dan pekerjaan proyek bangunan ringan.
Mendengar hal itu, Dedi pun mengizinkannya ikut bergabung sementara dalam proyek pemasangan paving block di kawasan Gedung Sate.
“Soal kontrakan rumah, nanti saya bantu,” ujar Dedi Mulyadi.
Kisah haru ini menjadi bukti nyata bagaimana perjuangan hidup dan ketulusan hati bisa membuka jalan rezeki.
Sosok Nur Bakri menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang arti kerja keras, kejujuran, dan keteguhan dalam menghadapi cobaan hidup. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim