Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Akar Masalah Marak Bentrok Antar Pelajar di Depok, Kapolres Sebut Kurang Perhatian Hingga Mencari Pengakuan

Ahmad Sopyan • Jumat, 7 November 2025 | 17:55 WIB
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras saat menghadiri kegiatan ngopi Kamtibmas, mengajak orang tua memberikan perhatian agar tidak terlibat bentrokan hingga geng motor.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras saat menghadiri kegiatan ngopi Kamtibmas, mengajak orang tua memberikan perhatian agar tidak terlibat bentrokan hingga geng motor.

RADAR BOGOR - Bentrok antar pelajar dan geng motor di kota Depok kian marak. Kenakalan remaja berujung kriminal itu kini kerap terjadi di Kota Depok.

Maraknya aksi bentrok antar pelajar ini menjadi perhatian khusus Polres Metro Depok.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan kenakalan remaja seperti bentrok antar pelajar, geng motor dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang semakin marak.

Ia memaparkan, .arkanya kenakalan remaja tersebut diakibatkan dari kurangnya perhatian orang tua. Sehingga, membuat anak-anak terjerumus dalam hal negatif tersebut.

"Dari hasil pemetaan kami, banyak kasus kenakalan remaja muncul karena kurang perhatian. Ini membuat mersks mencari pengakuan dan berujung pada perilaku menyimpang tersebut," katanya kepada Radar Bogor, Jumat 7 November 2025.

Untuk itu, ia meminta kepada para orang tua untuk bersama menjaga anaknya agar tidak terjerumus pada ahal hal negatif tersebut.

"Mari kita bersama-sama awak dan arahkan anak-anak kita," pintanya.

Senada dikatakan Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah. Bentrokan antar pelajar menjadi perhatian serius Pemkot Depok.

Ia meminta agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat untuk mengantisipasi fenomena tersebut agar tidak semakin meluas.

Dia menilai, bentrokan pelajar itu menjadi persoalan serius yang perlu ditangani bersama lintas sektoral.

"Ini seperti virus, mudah menular, kalau tidak segera dimitigasi dan diantisipasi, bisa menyebar ke seluruh wilayah Depok," katanya dalam rapat koordinasi gugus tugas Kota Layak Anak beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu aksi bentrokan terjadi di sawangan, Kota Depok. Dua anak belasan tahun berisinial JU dan DF harus dilarikan ke Rumah sakit usai kalah bentrok dengan kelompok pelajar lainya.

Dua pelajar tingkat SMP di Depok itu terkapar di pinggir jalan bilangan Sawangan, Kota Depok usai terkena sabetan senjata tajam.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, dua remaja tersebut alami luka pada bagian wajah dan punggung.

Keduanya merupakan remaja yang kabur saat hendak tawuran.

"Jadi, dua korban ini mau tawuran, kalah jumlah, terus kabur dan dikejar lawanya," katanya kepada Radar Bogor.

Adapun, tiga pelajar SMP yang terlibat bentrok dan mengakibatkan dua pelajar luka luka, kini sudah ditangkap polisi dan mendekam di balik jeruji besi Polsek Bojongsari, Polres Metro Depok.

Pelajar yang yang terlibat tawuran sudah ditangkap di rumahnya masing-maisng. Tiga pelajar yang ditangkap itu berinisial FJ, TA dan IB.

Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam aksi tawuran yang mengakibatkan korban luka-luka.

"Jadi FJ ini yang eksekusi, TA jadi joki yang bawa motor dsn IB ini yang menyediakan senjata tajam," tukasnya. (Faj)

Editor : Alpin.
#kenakalan pelajar #bentrok pelajar #Polres Metro Depok