RADAR BOGOR - Pasangan suami istri (Pasutri) jadi korban salah sasaran gerombolan debt kolektor atau matel di Jalan Raya Jakarta Bogor, Kota Depok.
Gerombolan matel itu mencegat dan memberhentikan motor pasutri tersebut. Padahal motor itu dibeli secara tunai.
Aksi gerombolan matel itu terekam kamera ponsel. Dan viral di media sosial. Video diambil oleh korban.
Dalam video yang dilihat Radar Bogor di sejumlah media sosial memperlihatkan gerombolan matel tersebut terlihat adu mulut dengan pemilik motor. Aksi dorong-dorongan juga terlihat dalam video tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial itu juga terdengar sang istri menjerit histeris ketika suaminya dihentikan oleh beberapa orang tak dikenal di tengah jalan.
Sementara sejumlah warga sekitar tampak berusaha menenangkan pasangan tersebut agar situasi tidak semakin ricuh.
“Motor gua beli cash, motor gua beli cash diberhentikan leasing,” ujar pria yang merekam video tersebut.
Unggahan itu langsung menyedot perhatian publik Depok. Banyak warganet mengecam keras tindakan para pelaku yang diduga debt collector tersebut.
Mereka menilai aksi semacam itu tidak berperikemanusiaan, apalagi terjadi di ruang publik dengan korban perempuan yang sampai histeris.
Masyarakat berharap pihak kepolisian turun tangan untuk menindak para pelaku yang kerap berkeliaran dan menghadang pengendara tanpa dasar hukum yang jelas.
Kasus penghadangan oleh kelompok yang diduga debt collector di Depok bukan kali ini saja terjadi.
Warga pun semakin geram karena aksi semacam ini terus berulang, seolah tidak ada efek jera bagi para pelaku yang kerap menebar teror di masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kapolres Metro Depok Kombes pol Abdul Waras mengatakan pihaknya terus melakukan Patroli Jjaguar untuk membasmi para matel yang kerap membuat resah di wilayah Depok tersebut.
"Ada patroli jaguar, bila ada masyarakat yang jadi korban silahkan telpon call center polres 110, akan langsung kami tindak tegas," katanya kepada Radar Bogor Minggu 9 November 2025.
Kapolres juga menegaskan akan menindak tegas para matel yang membuat resah tersebut. Masyarakat diharap bisa langsung melapor atau buat aduan ke SPKT polres Metro Depok. "Silahkan buat aduan ke SPKT Polres Metro Depok, akan kami tindak tegas," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan, aksi matel yang viral di media sosial tersebut berada di Cilodong.
"Informasi yang saya terima itu di Cilodong, masuknya Sukmajaya," katanya kepada Radar Bogor Minggu 9 November 2025.
Namun demikian, ia mengatakan Polsek Cimanggis terus berupaya agar tidak ada aksi matel di wilayah hukum Polsek Cimanggis.
Salah satunya dengan patroli dari unit samapta Polsek Cimanggis menyisir jalan yang disinyalir rawan matel.
"Ini dilakukan untuk mencegah tindak kekerasan, pengancaman yang dilakukan oleh debt kolektor," tuturnya.
Ia menegaskan akan menindak matel atau debt kolektor yang melakukan penarikan secara ilegal. (faj)
Editor : Yosep Awaludin