RADAR BOGOR - Anggota Polsek Cimanggis, Polres Metro Depok sisir Jalan Raya Jakarta Bogor. Mereka memburu gerombolan debt collector atau matel yang meresahkan masyarakat.
Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan, patroli unntuk memburu matel ini dilakukan di beberapa lokasi.
Yakni di Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Jatijajar, Jalan Raya Cilangkap, Jalan Raya Ciampaeun, Jalan Raya Tapos, Jalan Raya Pekapuran, Jalan Raya Ciherang.
Kemudian Jalan Raya Bakti Abri , Jalan Raya Sukatani, Jalan Raya Leuwinanggung, Jalan Raya Kebayunan, Jalan Gas Alam dan jalan Gas nangka.
"Patroli ini bertujuan sebagai upaya pencegahan tinda kejahatan dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat agar tidak ada masyarakat yang jadi korban tindak kejahatan," kata Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono kepada Radar Bogor Senin 10 November 2025.
Dalam patroli tersebut juga, anggota Polsek Cimanggis memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika terjadi tindak kejahatan di sekitarnya.
Sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri) jadi korban salah sasaran gerombolan debt collector atau matel di Jalan Raya Jakarta Bogor, Depok.
Gerombolan matel itu mencegat dan memberhentikan motor pasutri tersebut. Padahal motor tersebut dibeli secara tunai.
Aksi gerombolan matel di Depok itu terekam kamera ponsel. Dan viral di media sosial. Video diambil oleh korban.
Dalam video yang dilihat Radar Bogor di sejumlah media sosial memperlihatkan gerombolan matel tersebut terlihat adu mulut dengan pemilik motor. Aksi dorong dorongan juga terlihat dalam video tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial itu juga terdengar sang istri menjerit histeris ketika suaminya dihentikan oleh beberapa orang tak dikenal di tengah jalan.
Sementara sejumlah warga sekitar tampak berusaha menenangkan pasangan tersebut agar situasi tidak semakin ricuh.
Unggahan itu langsung menyedot perhatian publik Depok. Banyak warganet mengecam keras tindakan para pelaku yang diduga matel tersebut.
Mereka menilai aksi semacam itu tidak berperikemanusiaan, apalagi terjadi di ruang publik dengan korban perempuan yang sampai histeris.
Masyarakat berharap pihak kepolisian turun tangan untuk menindak para pelaku yang kerap berkeliaran dan menghadang pengendara tanpa dasar hukum yang jelas. (faj)