Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hanya dalam Setahun, Angka Stunting di Jawa Barat Turun 5,8 Persen! Jabar Dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik I Nasional

Robecca Sesaria • Kamis, 13 November 2025 | 21:45 WIB
Pemberian penghargaan kepada Jawa Barat sebagai Provinsi dengan penurunan prevalensi stunting terbaik I dari Kemenko PMK dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiaw
Pemberian penghargaan kepada Jawa Barat sebagai Provinsi dengan penurunan prevalensi stunting terbaik I dari Kemenko PMK dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiaw

RADAR BOGOR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemda Provinsi Jabar) berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Provinsi dengan penurunan prevalensi stunting terbaik I dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Penghargaan prevalensi stunting terbaik I tersebut diserahkan Menko PMK, Pratikno, dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang diadakan di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu, 12 November 2025.

Acara penting ini juga disaksikan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memberikan apresiasi kepada daerah-daerah atau Provinsi yang menunjukkan capaian signifikan dalam menekan angka stunting. Termasuk Jawa Barat.

Prestasi ini didukung oleh data nyata yaitu angka prevalensi stunting di Jawa Barat turun drastis dari 21,7 persen pada tahun 2023 menjadi 15,9 persen pada tahun 2024.

Penurunan sebesar 5,8 persen ini membuktikan efektivitas program-program percepatan penurunan stunting di Jabar.

Wakil Gubernur Erwan Setiawan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras semua pihak.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras bersama-sama menurunkan prevalensi stunting di Jawa Barat," ujar Wakil Gubernur.

Erwan menegaskan komitmen Pemda Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi dan dirinya untuk terus menargetkan nol kasus stunting baru.

Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan penurunan stunting adalah hasil kerja sama kolektif untuk menciptakan generasi Jabar yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya percepatan ini.

Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting nasional dapat turun hingga 14,2 persen pada tahun 2029.

Baca Juga: Kantor Imigrasi Bogor Gelar Bakti Sosial, Bagikan Ratusan Paket Bantuan ke Lansia hingga Pengemudi Ojol

Gibran mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan konsistensi pelaksanaan intervensi gizi di daerah demi mencapai target tersebut.

"Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu contoh dengan penurunan paling signifikan, yakni sebesar 5,8 persen dalam satu tahun," ujar Gibran.

Secara nasional, prevalensi stunting Indonesia turun menjadi 19,8 persen pada tahun 2024, sebuah bukti keberhasilan kolaborasi yang melampaui proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#provinsi #jawa barat #stunting