RADAR BOGOR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat pada kuartal III Tahun 2025 mencapai 5,20 persen, angka ini masih tetap berada di atas capaian nasional (5,04 persen).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan apresiasi atas kinerja semua pihak yang berhasil menjaga LPE tetap tinggi, yang pada gilirannya akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Dalam acara West Java Economic Society atau WJES 2025, Senin (10/11/2025), Sekda menyatakan keyakinan untuk melampaui target akhir tahun.
"Pemerintah pusat sudah menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di 2029, cukup berat, tetapi Jabar optimis. Startnya dimulai dari tahun 2025 ini, akhir tahun bisa mencapai 5,5 persen," ujar Herman, dilansir dari jabarprov.go.id.
Sekda menyebutkan bahwa empat komponen utama pendorong LPE di Jawa Barat menunjukkan tren positif, yaitu:
1. Belanja Pemerintah
Komponen ini menjadi pemantik roda perekonomian. Realisasi belanja telah mencapai 72,67 persen, didukung oleh realisasi pendapatan sebesar 81,22 persen.
Sekda juga menegaskan pengawasan ketat terhadap realisasi belanja di semua tingkatan pemerintahan.
2. Konsumsi Masyarakat
Komponen ini menunjukkan perbaikan berkat terkendalinya laju inflasi di Jawa Barat.
3. Investasi
Jawa Barat mencatatkan investasi sebesar Rp77,1 triliun hingga kuartal III 2025 (Januari–September).
Secara keseluruhan, Herman mengklaim total investasi sudah mencapai angka yang jauh lebih besar.
4. Ekspor–Impor
Neraca perdagangan Jabar secara konsisten mencatatkan surplus.
Menanggapi hal ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Muhamad Nur, menegaskan bahwa LPE Jawa Barat "masih on the track."
"Jabar masih on the track,” ucapnya.
Muhamad Nur memperkirakan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru akan menjadi dorongan pertumbuhan pada sisa dua bulan terakhir tahun ini.
Terakhir, Muhamad Nur menambahkan bahwa melalui forum WJES 2025, perbankan dan akademisi memberikan rekomendasi untuk mencapai target pertumbuhan nasional 8 persen pada tahun 2029.***
Editor : Eli Kustiyawati