RADAR BOGOR - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras hadir dalam kegiatan syukuran HUT Ke-80 Korps Brimob di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat, 14 November 2025.
Kombes Abdul Waras menyampaikan apresiasi atas dedikasi Korps Brimob dalam menjaga keamanan nasional.
"Kehadiran Brimob selalu meningkatkan kepercayaan diri seluruh personel Polri, mereka adalah pasukan yang siap berada di garis terdepan,” ujar Kombes Pol Abdul Waras kepada Radar Bogor Jumat, 14 November 2025.
Kapolres Metro Depok menceritakan kilas balik tentang Brimob yang menurutnya tak lepas dari sejarah Polisi Istimewa.
Proses kelahiran Brimob berlangsung pada periode 1943-1944, masa-masa pembentukan organisasi dan barisan militer yang digerakkan oleh pemerintah militer Jepang, sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya.
Ketika itu, Pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi dan inilah yang kemudian melahirkan Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944.
Tokubetsu Keisatsu Tai ini, beranggotakan para polisi muda dan pemuda polisi serta didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera.
Tokubetsu Keisatsu Tai tersebut memiliki persenjataan yang lebih lengkap dari pada polisi biasa. Para calon anggotanya diasramakan dan memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang.
Ketika Jepang menyerah kalah kepada sekutu dan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, pada saat itu pula masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai telah cukup.
Bersama-sama dengan rakyat dan berbagai kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai telah bahu-membahu dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak Jepang menyerah kepada sekutu, maka seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata yakni Tokubetsu Keisatsu Tai. Keadaan inilah yang menempatkan anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pioner dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Satuan ini juga yang mensponsori pembukaan gudang-gudang senjata secara paksa. Pada kelanjutannya, senjata-senjata itu dibagi-bagikan kepada mantan anggota semimiliter dan militer serta para pejuang lainnya.
"Saat itu, jadi satu-satunya pasukan yang masih bisa pegang senjata menyatakan sebagai Polisi Republik yang bahu membahu dengan seluruh rakyat mempertahankan kemerdekan yang baru diproklamirkan Soekarno-Hatta," jelasnya kepada Radar Bogor.
Seiring berjalannya waktu pada 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).(faj)
Editor : Eka Rahmawati