Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Rombak Aturan Kerja ASN: Produktivitas Diukur dari Kualitas, Bukan Kehadiran di Kantor

Robecca Sesaria • Kamis, 20 November 2025 | 06:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah melakukan pembinaan kepegawaian tahun 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Kota Bandung, Selasa (18/11/2025).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah melakukan pembinaan kepegawaian tahun 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Kota Bandung, Selasa (18/11/2025).

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerjanya tidak lagi diukur berdasarkan kehadiran fisik di kantor, melainkan pada kualitas perencanaan dan capaian kinerja yang dihasilkan.

Menurut Dedi Mulyadi, di era digital saat ini, pekerjaan dapat diselesaikan dari lokasi mana pun tanpa mengurangi tanggung jawab.

“Saya sendiri sebagai gubernur jarang bekerja di kantor,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari jabarprov.go.id.

Dedi Mulyadi, menambahkan bahwa kebijakan kerja fleksibel (WFA/WFH) ini juga dapat menghemat anggaran negara, seperti pengurangan biaya operasional untuk listrik, air, internet, hingga bahan bakar.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan yang menunjukkan kepeduliannya terhadap nilai keluarga.

Ia mengizinkan ASN yang memiliki orang tua sakit, khususnya ibu yang sakit stroke, untuk mengajukan cuti guna merawatnya.

 Baca Juga: Pamit Buang Sampah, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia Tersangkut di Kalibaru

Dedi Mulyadi juga memberikan kebijakan unik berupa izin bagi ASN untuk tidak masuk kantor ketika hari ulang tahun ibu mereka.

Gubernur Jawa Barat menegaskan ulang bahwa produktivitas publik hanya dapat diukur melalui tiga faktor utama, yaitu kualitas perencanaan, serapan anggaran yang efektif, serta kompetensi ASN itu sendiri.

Meskipun menerapkan fleksibilitas, Dedi Mulyadi menyatakan komitmen untuk meningkatkan tunjangan bagi pegawai lapangan yang pekerjaannya penuh risiko, termasuk saat menutup tambang, menghadapi ancaman, atau mengawasi berbagai proyek pembangunan seperti jalan, jembatan, dan irigasi.

Dedi Mulyadi berharap pembinaan kepegawaian tersebut dapat meningkatkan semangat seluruh ASN di Jawa Barat.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #asn #gubernur jawa barat