Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Macet Kronis di Jantung Kota Depok, Warga Berharap Flyover Margonda Segera Dibangun

Ahmad Sopyan • Kamis, 20 November 2025 | 11:18 WIB
Kemacetan kerap terjadi di Jalan Margonda Kota Depok dan dikeluhkan para pengendara.
Kemacetan kerap terjadi di Jalan Margonda Kota Depok dan dikeluhkan para pengendara.

RADAR BOGOR - Macet yang sering terjadi di Jalan Margonda Kota Depok dan dikeluhkan masyarakat. Jalan utama di Kota Depok itu setiap hari diwarnai kemacetan, tak sedikit membuat banyak pengendara motor naik trotoar.

Pemerintah Kota Depok terus berupaya untuk menuntaskan kemacetan kronis di Jalan Margonda Depok itu.

Salah satunya dengan membangun flyover Margonda dan diklaim menjadi solusi macet Kronis di Margonda.

Warga Depok berharap agar Pemkot Depok bisa segera merealisasikan flyover Margonda. Yuda (36) salah satunya yang berharap pembangunan flyover Margonda bukan hanya wacana.

"Iya, bagus, harus disegerakan, jangan cuman wacana, masyarakat pasti dukung, karena macet Margonda itu sudah kronis," kata Yuda warga Pancoran Mas kepada Radar Bogor Kamis, 20 November 2025.

Senada dikatakan Doni (34) warga Citayam yang menurutnya Jalan Margonda perlu ada peningkatan karena volume kendaraan yang melintas dengan jalan sudah tidak sinkron.

"Flyover Margonda ini bisa jadi solusi, jadi bisa lebih banyak menampung kendaran yang melintas," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan flyover Margonda telah melalui tahap kajian yang cukup panjang.

Kepada Radar Bogor ia mengatakan, proyek tersebut ada dalam program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri terkait penataan kemacetan lalu lintas dan transportasi terintegrasi.

"Jadi Margonda itu level of service-nya itu di Grade E hampir stuck kalau di hari weekend apalagi salah satu alternatif tindakan yang dilakukan terutama untuk di simpul atau simpang Juanda, yaitu opsinya dengan meningkatkan kapasitas jalan dengan pembangunan flyover," katanya kepada Radar Bogor.

Sementara itu untuk kajian teknis flyover Margonda, kata dia, telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama sejumlah pihak terkait lainnya. Sehingga muncul opsi membangun flyover Margonda dari utara-selatan dan satu kaki flyover ke Jalan Juanda.

"Itu untuk mereduksi kemacetan," tambah Dadang.

Selain itu, dari sisi pembiayaan dilakukan kajian awal oleh Dinas PUPR Kota Depok dengan konstruksi flyover.

"Sehingga itulah yang dijadikan rujukan awal dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah," jelas Dadang.

Sedangkan untuk sumber pembiayaan, kata dia, banyak alternatif pembiayaan pendanaan kreatif yang disampaikan oleh pemerintah pusat. Pembangunan flyover Margonda bisa dengan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dan juga bisa melalui pinjaman daerah.

Kebijakan itu melihat pengalaman dari banyak daerah saat ini, yaitu pembiayaan infrastruktur melalui pinjaman daerah.

"Seperti kota Surabaya, lalu di Badung Bali, di Jawa Barat itu Kabupaten Tasik, dan beberapa kabupaten/kota saat ini dengan mekanisme pinjaman daerah, tentunya dengan memperhatikan kapasitas fiskal yang dimiliki oleh Kita, berapa tenor yang diambil," jelasnya.

Maka dari itu, Pemkot Depok mengambil opsi pembiayaannya melalui pinjaman daerah dengan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan oleh PT SMI.

"Jadi bunganya relatif rendah karena dia merupakan LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank)," ujarnya.

Ia menyebut, bunga terkait pinjaman tersebut sekira 5,8 sampai dengan 6 persen. Dadang memastikan, Pemkot Depok sanggup melunasi utang proyek strategis itu.

"Iya, karena kami pun sebetulnya alokasi yang bisa dipergunakan kami itu cukup besar, cuma kami memperhatikan kemampuan fiskal kami sehingga itulah yang menjadi pertimbangan kami," jelasnya.

Atas dasar itulah, dalam rencana kerja pemerintah daerah pihaknya mengambil opsi pembangunan flyover dengan sumber kebijakan dari pinjaman selama 5 tahun.

"Jadi kami sudah perhitungkan, karena ini kan untuk belanja infrastruktur ya, apalagi kan perbelanjaan infrastruktur itu diarahkan oleh pemerintah itu 40 persen minimal dari APBD setiap tahunnya. Jadi kami sudah perhitungkan itu," tegasnya.

Lebih lanjut Dadang menilai, proyek yang berlokasi di jantung Kota Depok ini cukup penting, karena bagian dari layanan dasar yang diatur oleh Undang Undang Pemerintah Daerah.

"Tapi bukan berarti juga meninggalkan yang lainnya, makanya kami agar ini simultan pembangunan ini berjalan, kami menggunakan alternatif pembiayaan pinjaman daerah," terangnya.

Adapun proyek flyover Margonda diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp275 miliar. (faj)

Editor : Eka Rahmawati
#macet #depok #margonda #flyover