Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Di Hadapan Warga Muhammadiyah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ungkap Dua Kekuatan yang Jadi Pelajaran Penting bagi Negara

Ahmad Susandi • Jumat, 21 November 2025 | 07:43 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan dua pesan penting pada Milad Muhammadiyah.
Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan dua pesan penting pada Milad Muhammadiyah.

RADAR BOGOR – Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada perayaan Milad Muhammadiyah tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni kenegaraan.

Dalam forum besar yang dihadiri ribuan warga persyarikatan itu, Dedi Mulyadi menyampaikan dua pesan penting tentang peran Muhammadiyah dalam memajukan bangsa dan menjaga stabilitas pembangunan nasional.

Pidatonya disambut antusias, mencerminkan kedekatan emosional antara dirinya dan keluarga besar Muhammadiyah.

Dedi Mulyadi membuka dengan pernyataan tegas bahwa berbicara tentang Muhammadiyah berarti berbicara tentang kemajuan bangsa, keadilan, dan kemakmuran.

Baginya, kontribusi Muhammadiyah terhadap Indonesia sangat nyata bahkan sering kali mengambil peran yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

“Muhammadiyah berfokus pada dua hal: peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan rakyat,” ujarnya.

Ia mencontohkan banyaknya rumah sakit Muhammadiyah yang memberikan layanan untuk semua golongan masyarakat, serta sekolah dan perguruan tinggi yang mencerdaskan jutaan anak bangsa.

Di hadapan hadirin, Dedi Mulyadi menyebut bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah adalah “besti” dalam urusan pendidikan, sebagai pengakuan humoris atas sinergi dan semangat membangun sumber daya manusia Indonesia.

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi menyampaikan dua pesan utama yang menurutnya sangat relevan bagi perjalanan bangsa ke depan.

Pertama, kekuatan moralitas. Dedi Mulyadi menyebut bahwa Muhammadiyah selama ini memperlihatkan keteladanan dalam menjunjung kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Ia menekankan bahwa moralitas para tokoh Muhammadiyah yang jujur, bersahaja, dan tidak mudah terjebak dalam perdebatan tidak produktif telah menjadi fondasi penting dalam membangun karakter kebangsaan.

“Muhammadiyah lebih menekankan aspek ekonomi, kerakyatan, dan kebangsaan, bukan perdebatan khilafiah,” tegasnya.

Kedua, kemajuan digital dan profesionalitas organisasi. Menurut Dedi Mulyadi, ketika Presiden Prabowo mendorong digitalisasi pendidikan, Muhammadiyah sejatinya telah jauh melangkah sebagai organisasi modern yang profesional dan tidak bergantung pada figur.

Pergantian pimpinan tidak mengganggu sistem sehingga manajerial tetap berjalan stabil.

“Kemapanan sistem adalah keharusan. Pembangunan tidak boleh bergantung pada siapa yang memimpin,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa pelajaran dari Muhammadiyah ini penting bagi politisi dan penyelenggara negara, yaitu bahwa membangun bangsa membutuhkan sistem yang kuat, bukan ketergantungan pada individu.

Milad Muhammadiyah tahun ini menjadi ruang refleksi tentang bagaimana organisasi masyarakat dapat menjadi teladan dalam stabilitas, moralitas, dan profesionalitas pembangunan bangsa.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #milad muhammadiyah