Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Margonda, Jantung Kota Depok dengan Segudang Permasalahan : Macet, Banjir, Parkir Liar, Hingga Kualitas udara

Ahmad Sopyan • Jumat, 21 November 2025 | 13:11 WIB
Suasana parkir liar di Jalan Margonda, Kota Depok.
Suasana parkir liar di Jalan Margonda, Kota Depok.

RADAR BOGOR - Margonda tidak lepas dari sorotan warga. Permasalahan kronis di Jantung Kota Depok tersebut menjadi semakin kompleks.

Bukan saja kemacetan yang terjadi setiap hari, Margonda kini memiliki permasalahan lain. Yakni, banjir, parkir liar hingga kualitas udara yang buruk.

"Di Margonda semua ada, macet, banjir, kualitas udara buruk," kata Rustam Santoso warga Pancoran Mas kepada Radar Bogor Jumat 21 November 2025.

Ia mengatakan, untuk kemacetan di Jalan Margonda, itu sudah terjadi bertahun-tahun. Namun, hingga saat ini belum ada solusi paten yang bisa mengurai kemacetan Margonda.

Rencana Flyover Margonda menjadi angin segar bagi warga Depok yang berkutat dengan kemacetan di Jalan utama kota Depok itu.

Dengan keberadaan flyover Margonda, kemacetan bisa teratasi. Apalagi jalan Margonda ini merupakan jalur lintasan dari arah Bogor menuju Jakarta.

Sehingga pengguna jalan tidak saja orang Depok. "Ini masih rencana (flyover Margonda) kalau bisa terealisasi ini sangat membantu," tuturnya.

Senada dikatakan oleh Robiansyah (34) warga Beji, Kota Depok. Ia mengatajan, Margonda menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintah.

Margonda Depok menjadi jalur utama yang menghubungkan Depok dengan Jakarta dan Bogor.

Juga, menjadi lokasi berbagai fasilitas penting. Seperti kantor pemerintahan, Stasiun, Terminal, Pusat perbelanjaan modern.

"Ini pusat Kota, kawasan paling sibuk, sehingga masalahnya juga paling kompleks, gak cuman macet," katanya kepada Radar Bogor.

Iapun menyoroti perihal parkir liar yang tak pernah tuntas di Margonda Depok. Banyak trotoar di Margonda Depok yang menjadi tempat parkir liar.

"Selain macet, parkir liar ini dari dulu gak beres-beres. Jadi ini harus jadi perhatian pemerintah Kota Depok juga," pintanya.

Upaya Pemkot

Pemerintah Kota Depok terus berupaya menyelesaikan permasalahan kompleks di Kawasan Margonda Depok.

Untuk banjir di Jalan Margonda, Pemkot Depok terus melakukan pembenahan. Diantarnya pengerukan sampah di kali cabang timur serta penertiban bangunan liar yang berdiri di atas saluran drainase.

Walikota Depok Supian Suri menyebut sampah di kali cabang timur menjadi penyebab banjir kronis di Jalan Margonda Kota Depok.

"Salahsatunya (penyebab banjir margonda) adalah sampah yang menumpuk di sepanjang saluran air ini," katanya kepada Radar Bogor.

Supian memaparkan, selain sampah, banyak bagian kali cabang timur ini yang sudah tertutup beton. Sehingga, menyulitkan untuk mengambil sampah yang menyumbat tersebut.

"Titik-titik yang sulit dijangkau (tertutup beton) ini kami bongkar untuk memudahkan proses pembersihan," paparnya.

Iapun memaparkan untuk mencegah banjir kembali datang, upaya pembersihan kali Cabang Timur ini terus dilakukan.

Ia pun meminta Dinas PUPR Kota Depok untuk memasang jaring di sejumlah titik kali cabang timur. Hal itu dilakukan agar memudahkan pembersihan sampah di saluran kali cabang timur.

"Upaya kami sekarang, bagaimana mengembalikan kebersihan kali cabang timur ini. Saya meminta kepada dinas terkait untuk membuat jaring jaring, sehingga tidak ada sampah yang sulit dijangkau," paparnya.

Iapun meminta agar secara rutin dilakukan pengangkatan sampah di aliran kali cabang timur tersebut.

"Kami juga nanti rutin untuk mengangkat sampah di titik titik yang dibuat jaring-jaring," ujarnya.

Sementara itu untuk Kawasan Margonda, Kota Depok tercatat sebagai kawasan dengan tingkat polusi tertinggi di Depok, berbagai upaya dilakukan Pemkot Depok untuk menekan tingkat Polusi udara di kawasan tersebut.

"Margonda ini tingkat polusinya tinggi, makanya berbagai upaya kita lakukan, termasuk Car Free Day dan penanaman pohon," katanya.

Ia memaparkan penghijauan menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekologi dan menekan tingkat polusi udara di Kota Depok.

Terutama di Jalan Margonda yang tercatat sebagai kawasan dengan tingkat polusi tertinggi di Depok.

“Semangat kita bagaimana menyelamatkan alam, ekologi kita, salah satunya dengan menanam pohon," paparnya.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, untuk terlibat aktif dalam upaya penghijauan Kota Depok.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan para pelaku usaha dalam konsep Eco Sharing menjadi bentuk nyata keterlibatan semua pihak dalam menjaga lingkungan.

Dimana, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dan dunia usaha.

“Kalau hanya inisiasi dari pemerintah tanpa dijaga bersama, pohon-pohon ini sulit tumbuh dan besar. Karena itu, kita ingin Margonda menjadi hijau, pohon ditanam untuk mengurangi polusi udara,” lanjutnya.

Sedangkan untuk kemacetan kronis di jalan Margonda, Pemkot Depok bakal membangun Flyover.

Pembangunan flyover yang direncanakan pada tahun 2026 ini merupakan solusi pemerintah sebagai upaya mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Rencananya flyover sepanjang 460 meter akan dibangun dari restoran Spesial Sambal sampai Toyota dekat Depok Town Square, dengan sistem dua arah menggunakan jalur cepat. Kemudian dari Jalan Ir. Juanda satu arah menuju Jalan Margonda sepanjang 300 meter.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, flyover Margonda telah melalui tahap kajian yang cukup panjang.

Ia mengatakan, proyek tersebut ada di dalam program unggulan Wali Kota Depok, Supian Suri terkait penataan kemacetan lalu lintas dan transportasi terintegrasi.

"Jadi Margonda itu level of service nya itu di Grade E hampir stuck kalau di hari weekend apalagi. Salah satu alternatif tindakan yang dilakukan terutama untuk di simpul atau simpang Juanda, yaitu opsinya dengan meningkatkan kapasitas jalan dengan pembangunan flyover," katanya kepada Radar Bogor.

Sementara itu untuk kajian teknis flyover Margonda, kata dia, telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama sejumlah pihak terkait lainnya.

Sehingga munculah opsi membangun flyover Margonda dari utara-selatan dan satu kaki flyover ke Jalan Juanda. "Itu untuk mereduksi kemacetan," paparnya. (faj)

Direktur RS Mandalika dr Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM., FICEP., FISQua bersama Kabag Tata Usaha, Anugrah Fajar Fahrurazie, S.IP., M.Si., C.M.C, serta perwakilan Humas RS Mandalika usai menerima penghargaan
Direktur RS Mandalika dr Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM., FICEP., FISQua bersama Kabag Tata Usaha, Anugrah Fajar Fahrurazie, S.IP., M.Si., C.M.C, serta perwakilan Humas RS Mandalika usai menerima penghargaan
Editor : Yosep Awaludin
#kota depok #margonda #kemacetan