Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gebrakkan Inovatif, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil dan Siswa SMK dalam Pengawasan Proyek Infrastruktur

Robecca Sesaria • Jumat, 21 November 2025 | 17:54 WIB

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai membuka acara "Jabar Econovation: Akselerasi Ekonomi & Inovasi Jabar Menuju Indonesia Emas 2045" di Gedung Sate.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai membuka acara "Jabar Econovation: Akselerasi Ekonomi & Inovasi Jabar Menuju Indonesia Emas 2045" di Gedung Sate.
 

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana untuk menggandeng mahasiswa jurusan teknik sipil agar berpartisipasi aktif dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Jawa Barat.

Rencana gandeng mahasiswa teknik sipil itu, diungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akibat seringkali pembangunan infrastruktur di Jabar terkendala masalah yang bersumber dari kompetensi konsultan yang dinilai kurang memadai.

Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berinisiatif untuk melibatkan para mahasiswa teknik sipil dalam proses pengawasan pembangunan.

Berbicara usai membuka acara "Jabar Econovation: Akselerasi Ekonomi & Inovasi Jabar Menuju Indonesia Emas 2045" di Gedung Sate pada Rabu (19/11/2025), Gubernur Jawa Barat menyampaikan kritiknya terhadap kualitas pengawasan saat ini.

Menurut Gubernur, pelibatan mahasiswa teknik sipil diharapkan mampu menjamin proses pengawasan pembangunan berjalan lebih baik.

Selain mendapatkan pengalaman praktis yang berharga, para mahasiswa juga akan menerima honorarium.

"Lumayan kalau anak-anak mahasiswa ada honor pengawasan. Misalnya honor pengawasannya Rp250 ribu sehari,” lanjutnya.

Rencana ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemdaprov Jabar dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pada pekan depan.

KDM menyebutkan bahwa menjelang akhir tahun 2025, masih ada proyek infrastruktur senilai kurang lebih Rp300 miliar yang membutuhkan pengawasan.

Selain mahasiswa, Gubernur Jawa Barat juga telah berkomunikasi dan meminta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk ikut serta dalam pembangunan infrastruktur.

Keterlibatan siswa SMK ini diintegrasikan melalui tugas mata pelajaran matematika yang diarahkan untuk menghitung pekerjaan fisik bangunan secara langsung.

Dengan keterlibatan langsung dalam pembangunan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa metode pendidikan di SMK akan menjadi lebih bersifat aplikatif dan praktis.

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #Teknik Sipil #gubernur jawa barat