RADAR BOGOR - Flyover Margonda bakal menjadi 'obat' macet kronis di jantung Kota Depok. Proyek tersebut bakal dimulai 2026 mendatang.
Ketua Fraksi Gerindra Depok, Edi Masturo, mengatakan, pembangunan Flyover Margonda akan dilakukan secara bertahap dengan masa waktu penyelesaian sekitar 15-16 bulan.
Dimana kata dia, untuk Feasibility Study atau FS sebagai tahap awal dalam perencanaan proyek konstruksi pembangunan Flyover Margonda akan dilakukan pada Maret atau April 2026.
Sementara itu untuk tahap pembangunan, direncanakan dimulai pada akhir 2026. "Oktober atau November akhir 2026 tahap pembangunan pancang. Perkiraan pekerjaan memakan waktu 15-16 bulan," kata Edi.
Ia memaparkan, pembangunan Flyover Margonda akan menggunakan pinjaman daerah dengan sistem pembayaran pengembalian jangka waktu lima tahun dan suku bunga sebesar 5,6 persen.
"Pengembalian pinjamannya dilakukan selama kepemerintahan Wali Kota Depok, Supian Suri," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan Flyover Margonda telah melalui tahap kajian yang cukup panjang.
Kepada Radar Bogor ia mengatakan, proyek tersebut ada dalam program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri terkait penataan kemacetan lalu lintas dan transportasi terintegrasi.
Sementara itu untuk kajian teknis Flyover Margonda, kata dia, telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama sejumlah pihak terkait lainnya.
Sehingga muncul opsi membangun Flyover Margonda dari utara-selatan dan satu kaki flyover ke Jalan Juanda. "Itu untuk mereduksi kemacetan," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin