RADAR BOGOR - Di tengah lebatnya Hutan Damar yang menaungi Kampung Sukagalih, Dusun Pandan Arum, Sukabumi, sebuah potensi alam yang luar biasa berhasil diolah menjadi model ekowisata yang menarik.
Selain menawarkan pengalaman trekking menantang, kawasan ini juga menyimpan keanekaragaman hayati yang kaya serta spot langka untuk mengamati burung elang.
Keunikan tersebut menjadi alasan utama digelarnya kegiatan besar bertajuk “Halimun Eco Trek”.
Namun di balik pesonanya, tersimpan tantangan besar terkait keselamatan, sehingga target Zero Accident menjadi fokus utama.
Menjawab kebutuhan tersebut, lahirlah program “Eko Siaga” yang diinisiasi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Program Social Impact Initiative klaster Social Forestry.
Pada 14 November 2025, pelatihan medis darurat ini diselenggarakan secara khusus untuk 13 pemandu wisata lokal yang aktif di kawasan ekowisata tersebut.
Pelatihan ini menjadi solusi penting mengingat sebelumnya para pemandu, walau ahli dalam navigasi alam, belum pernah mendapat pelatihan memadai terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ahli K3 dan HSE Superintendent UMN, Nur Sayidatunnisa, S.Si., yang bertindak sebagai fasilitator utama, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para pemandu.
"Melihat antusiasme pemandu Ekowisata Sukagalih, saya yakin bahwa standar keselamatan mereka kini naik kelas," terangnya.
Tantangan di medan alam menuntut respons cepat; pelatihan Eko Siaga memastikan bahwa pengetahuan medis darurat bukan hanya teori, tetapi menjadi refleks yang siap digunakan di lapangan.
"Ini adalah langkah maju untuk menjaga reputasi Ekowisata Sukagalih sebagai destinasi yang aman dan bertanggung jawab," ujarnya.
Respon dari peserta pelatihan sangat positif, mereka merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi situasi darurat, sehingga menjamin keselamatan wisatawan yang mereka dampingi.
Salah satu pemandu lokal, Bapak Afif, menyampaikan rasa terima kasihnya. Materi yang disampaikan, mulai dari BLS hingga teknik evakuasi, benar-benar menambahkan pemahaman kami tentang medis darurat.
"Sebagai pemandu yang ahli navigasi, kami sekarang juga ahli dalam pertolongan pertama. Rangkaian acara Eko Siaga, walaupun singkat satu hari, terasa sangat maksimal dan padat ilmu!," terangnya.
Testimoni ini memperkuat keberhasilan program yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memberdayakan peserta secara optimal.
Acara “Eko Siaga” mendapat dukungan penuh dari Kepala Dusun Pandan Arum, menandai komitmen masyarakat setempat untuk mengembangkan ekowisata yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Dukungan ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengutamakan keselamatan pengunjung dan pemandu.(**)
Editor : Alpin.