RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mengalokasikan dana signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk infrastruktur dan layanan publik.
Kepala Bappeda Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa total anggaran infrastruktur jalan mencapai Rp4,8 triliun dari pendapatan APBD 2026.
APBD ini menjadi bagian dari prioritas utama yang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, penanganan bencana dan sosial, Penerangan Jalan Umum (PJU) atau infrastruktur, hingga pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di Jabar.
Secara terperinci, alokasi anggaran utama untuk program-program masyarakat di luar kesehatan dan sosial adalah:
· Infrastruktur Jalan: Rp4,8 triliun (Fokus utama untuk konektivitas dan perbaikan)
· Pembangunan Unit Sekolah Baru: Rp500 miliar
· Penerangan Jalan Umum (PJU): Rp473 miliar
· Pemasangan Listrik Gratis untuk Masyarakat Miskin: Rp78 miliar
Fokus Khusus: Infrastruktur Anti-Macet di 4 Wilayah
Untuk menanggulangi isu kemacetan parah, Pemprov Jabar secara spesifik akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di empat wilayah utama: Bekasi, Karawang Barat, Cimahi, dan Bogor.
Selain itu, mulai tahun 2026, Pemprov Jabar juga akan mengalihkan fokus pada pembangunan langsung jalan desa menggunakan beton melalui sistem swakelola.
Pembangunan ini akan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat desa setempat, yang bertujuan ganda untuk memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa semua rencana ini sejalan dengan visi Jabar untuk mewujudkan pembangunan yang merata, modern, dan berkelanjutan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga