RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bergerak menanggapi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bandung, terutama di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Provinsi Jabar Akhmad Taufiqurrahman bersama Biro Umum, BPBD, DP3AKB, dan BAZNAS Jabar melakukan peninjauan terhadap sejumlah titik terdampak di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.
Akhmad menyampaikan peninjauan dilakukan atas instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Kami diperintahkan oleh Pak Gubernur meninjau tiga titik, yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, total warga terdampak kurang lebih 13 ribu orang,” ujar Akhmad dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain menyalurkan bantuan sembako dan logistik oleh BAZNAS Jawa Barat dan BPBD Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyumbangkan sekitar 1.000 bungkus nasi Padang siap saji yang langsung didistribusikan ke lokasi terdampak.
"Ada bantuan dari BAZNAS, BPBD, dan DP3AKB Jabar, Pak Gubernur juga memberikan sekitar seribu bungkus nasi Padang yang langsung kami distribusikan kepada masyarakat," imbuh Akhmad.
Meskipun Pemprov Jabar dan BPBD telah bergerak sejak dini hari, proses evakuasi dihadapkan pada dilema, banyak warga di titik rendah memilih bertahan di lantai dua rumah mereka dan menolak pindah ke tempat pengungsian resmi.
“Ada warga yang bertahan karena menjaga barang berharganya, namun kami tetap mengimbau agar mereka dievakuasi, tnsyaallah tempat evakuasi akan lebih nyaman, aman, dan kebutuhan mereka juga lebih terjamin," jelasnya.
Sementara itu BPBD Jabar menanggapi laporan viral di media sosial mengenai ibu hamil yang menolak dievakuasi.
Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Jabar, Usep Supdana, membenarkan bahwa tim sudah mendatangi ibu tersebut.
“Mereka sudah kami datangi, namun menolak dievakuasi sementara karena merasa aman di lantai dua rumahnya, jika situasi berubah, kami akan segera mengevakuasi,” kata Usep Supdana.