Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beberkan Penyebab Banjir di Bandung, Mulai dari Sampah hingga Bangunan di Pinggir Sungai

Khairunnisa RB • Selasa, 9 Desember 2025 | 12:51 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau banjir di wilayah Kabupaten Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung meninjau lokasi banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

Dalam kunjungan di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Dedi mengungkap penyebab banjir di wilayah tersebut.

Petugas yang ditemui gubernur Jawa Barat menjelaskan titik banjir merupakan bekas aliran sungai lama yang dijadikan kolam retensi.

Namun volume air yang masuk melampaui kapasitas. Keluhan mengenai sampah yang menggunung membuat Dedi Mulyadi meminta data yang jujur dan tanpa ragu.

Baca Juga: Banjir di Bandung Raya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang hingga Siapkan Langkah Relokasi

“Sebutin saja, dari mana sampah ini?” ujar Dedi Mulyadi sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Petugas yang ditanya pun menjawab: “Dari Bojongsoang, Bojongsari, Lengkong... dari wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.”

Gubernur Jawa Barat menilai bahwa masalah sampah tidak bisa lagi diatasi oleh satu wilayah, sebab alirannya lintas kabupaten/kota.

Tak hanya itu masalah lain ketika saat Dedi Mulyadi meninjau rumah-rumah yang berada tepat di bibir sungai.

Ia kemudian menjelaskan rencana pemerintah akan mencabut seluruh sertifikat tanah yang berada di zona sungai.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingatkan Soal Banjir Tidak Selesai dengan Kiriman Nasi Bungkus dan Selimut, Gubernur Jawa Barat: Sudah Waktunya Kita Berbenah

Seorang warga dari kompleks Balai Endah Permai mengeluhkan banjir yang semakin parah sejak sungai dekat wilayah mereka diaktifkan kembali. 

“Kompleks tidak salah, pemerintah yang buka tata ruangnya, sawah diurug jadi rumah, rawa dibikin perumahan,” lanjut Dedi Mulyadi.

Ia juga menyebut bahwa saluran air perumahan mengalir ke sungai yang sudah penuh, sehingga saat debit meningkat, air langsung kembali ke permukiman.

Di sebuah titik rendah yang rawan banjir, gubernur Jawa Barat menemukan sebuah bangunan warung. Warung tersebut akan dibersihkan, dan bangunan serupa dilarang dibangun kembali.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Kaji Ulang Izin Perumahan hingga Larang Warga Tinggal di Bantaran Sungai demi Cegah Banjir

Dalam sesi tanya jawab, seorang warga mengaku sudah puluhan kali menjadi korban banjir.

Gubernur Jawa Barat pun langsung menawarkan solusi relokasi kepada warga.

“Kalau direlokasi, siap?” tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Siap, Pak!” jawab warga serempak.

Ratusan KK di bantaran sungai akan masuk daftar prioritas relokasi tahun depan.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #bandung #banjir