Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Siapkan Tiga Strategi Jitu untuk Hidupkan Lagi Bandara Kertajati di Majalengka
Kholikul Ihsan• Selasa, 9 Desember 2025 | 13:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi foto bersama usai menghadiri Groundbreaking Ceremony Kawasan Aerospace Park Kertajati dan Hanggar Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di BIJB Kertajati, Majalengka.
RADAR BOGOR - Masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka tampaknya akan segera memasuki babak baru.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan tiga strategi jitu yang disebutnya mampu menghidupkan kembali denyut nadi Bandara Kertajati.
Usulan disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menghadiri acara Groundbreaking Ceremony Kawasan Aerospace Park Kertajati dan Hanggar Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di BIJB Kertajati, Senin, 8 Desember 2025.
Menurut Dedi Mulyadi, kunci keberhasilan BIJB Kertajati adalah menjadikannya Pusat Aerotropolis yang terintegrasi, bukan sekedar bandara penumpang.
Berikut tiga strategi andalan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengoptimalkan BIJB Kertajati:
1. Menjadikan Kertajati Pusat Industri Pertahanan Nasional (Usulan Pindah Kantor)
Strategi paling berani yang diusulkan yakni menjadikan BIJB Kertajati sebagai Pusat Industri Pertahanan Dalam Negeri. Dedi Mulyadi berharap dua raksasa industri pertahanan negara, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad (Persero), dapat memindahkan operasinya ke kawasan Kertajati.
"Kita berharap bahwa Kertajati juga menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri, kemudian kawasan ekonomi khusus, karena Rebana sudah mulai tumbuh, misalnya PTDI, tidak usah lagi di Bandung, pindah saja di sini, kemudian Pindad, pindah saja di sini," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, keberadaan industri strategis ini akan menciptakan daya tarik masif dan memicu pertumbuhan kawasan ekonomi khusus (KEK) lainnya. Menurutnya, pengusaha akan merasa lebih nyaman berinvestasi di wilayah yang sudah memiliki pusat industri pertahanan yang kuat.
2. Pusat Penerbangan Haji dan Umroh
Prioritas pertama yang akan digarap adalah mengoptimalkan BIJB Kertajati sebagai Pusat Penerbangan Haji dan Umroh.
Untuk mendukung rencana ini, Dedi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar siap mengambil langkah konkret dengan membangun fasilitas penunjang utama.
"Menjadi pusat bandara haji dan umrah, kalau itu sudah menjadi kesepakatan dan ketersediaan pesawat, maka pemerintah provinsi bersedia membangun asrama hajinya di sekitar Kertajati," jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menarik volume penerbangan tinggi secara reguler, memanfaatkan tingginya jumlah jemaah dari Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat.
3. Kereta Api
Strategi terakhir berfokus pada penguatan infrastruktur dan konektivitas, Dedi menekankan bahwa daya tarik Kertajati akan maksimal jika terintegrasi dengan jaringan transportasi yang efisien.
Elemen yang paling krusial adalah pembangunan jalur Kereta Api yang menghubungkan langsung ke Kertajati, mengingat jarak bandara ke wilayah Cirebon sudah relatif dekat.
Penguatan konektivitas akan menjadi nilai lebih yang tak terbantahkan, memastikan akses penumpang dan logistik dari berbagai wilayah dapat berjalan lancar.
"Tinggal tambahan satu lagi yaitu konektivitas jalur kereta api dan jarak ke Cirebon relatif dekat," imbuh gubernur Jawa Barat.