Kertajati bakal Jadi Kawasan Strategis Terpadu Terintegrasi dengan Kereta hingga Industri, Ini Pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Kholikul Ihsan• Selasa, 9 Desember 2025 | 15:22 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan dalam Rakor optimalisasi Bandara Kertajati.
RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menjadikan Kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dan kawasan strategis terpadu.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Optimalisasi BIJB Kertajati, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai langkah yang akan dilakukan demi menghidupkan kembali bandara di wilayah Kabupaten Majalengka tersebut.
“Kita juga berharap hadir industri pertahanan di wilayah bebas bencana Kertajati,” ujar Dedi Mulyadi saat Rapat Koordinasi terkait Optimalisasi BIJB Kertajati di Ruangan Transit Domestik Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Senin, 8 Desember 2025 sebagaimana dilansir dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.
Meskipun Kertajati secara geografis relatif bebas bencana, Dedi mengingatkan status tersebut terancam oleh indisipliner tata ruang yang mulai terjadi di lapangan.
Gubernur Jawa Barat itu pun menyoroti pembangunan perumahan yang mulai mengurung kawasan persawahan, yang dinilai dapat merusak keseimbangan lingkungan dan mengundang potensi bencana di masa depan.
"Kertajati ini bebas bencana, asalkan tidak ada perubahan dari sawah atau perkebunan menjadi kawasan permukiman, tadi saya melihat sudah ada perumahan yang mulai ‘ngurung’ sawah," pesan Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi pun berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepahaman kuat untuk mempercepat agenda pembangunan terlebih menurutnya Kawasan Bandara Kertajati diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi di Jawa Barat yang juga pusat pertumbuhan baru yang mendukung konektivitas nasional.