RADAR BOGOR - Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan stok barang kebutuhan bahan pokok dalam kondisi aman.
Pemprov Jabar menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya di tengah potensi kenaikan permintaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani, menjelaskan fokus utama pengawasan adalah komoditas yang secara historis sering fluktuatif, seperti bawang merah, cabai, minyak goreng, serta daging dan telur ayam. Di Jawa Barat saat ini berada dalam posisi kuat untuk komoditas unggas.
“Khusus untuk daging ayam ras dan telur ayam ras, posisi Jawa Barat saat ini surplus, dalam tata niaga, Jabar bahkan menjadi pemasok bagi provinsi lain seperti Jakarta, meskipun ada juga pasokan silang dari wilayah lain,” ujar Nining dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.
Namun, pihaknya tetap waspada dan Nining menyatakan perlunya koordinasi agar kebutuhan program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menggunakan komoditas ini setiap hari, dapat terpenuhi tanpa mengganggu stok dan stabilitas harga di pasar umum.
"Yang kami cermati saat ini adalah koordinasi agar kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan komoditas ini secara harian tetap terpenuhi tanpa mengganggu stok pasar," imbuh Nining.
Untuk menekan potensi lonjakan harga, Pemprov Jabar telah meluncurkan tiga langkah intervensi utama yang menyasar langsung masyarakat:
1. Beras Murah SPHP di Mana-Mana
Pemprov Jabar bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Beras kualitas medium ini tersedia di pasar rakyat, ritel modern, hingga outlet pangan Pemda dengan harga sesuai HET, yakni Rp62.500 per 5 kilogram.
2. Diskon di 300 Titik GPM
Sepanjang Desember 2025, Jabar akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif, ditargetkan mencapai 300 kali pelaksanaan. Program ini melibatkan kolaborasi antara APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, dan pihak swasta.
3. Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) Berhadiah
Ini adalah intervensi paling signifikan, program OPADI akan dilaksanakan pada minggu ketiga Desember 2025 di seluruh Kabupaten/Kota, menyasar kecamatan dengan kriteria daya beli rendah.
Dalam OPADI, masyarakat mendapatkan paket barang pokok (3 kg beras premium, 1 liter minyak goreng premium, 1 kg gula pasir, dan 1 kg tepung terigu) senilai pasar sekitar Rp96.700. Namun, setelah disubsidi oleh Pemdaprov Jabar, masyarakat cukup membayar Rp40.000 per paket. Program ini menargetkan total 100.447 Penerima Manfaat di seluruh Jabar.
Antisipasi Cuaca dan Distribusi Diperkuat
Mengenai ancaman musim hujan yang berpotensi mengganggu panen cabai, Disperindag Jabar telah melakukan optimalisasi penyerapan hasil panen di sentra produksi.
Bulan ini diprediksi akan ada panen besar, yaitu sekitar 14.496 ton cabai merah dan 6.479 ton cabai rawit merah, tersebar di beberapa wilayah sentra seperti Sukabumi, Cianjur, dan Bandung.
Sementara itu, distribusi Minyakita (minyak goreng rakyat) diperkuat melalui BUMN Pangan (Bulog dan ID Food), dengan target minimal 35 persen distribusi untuk menjamin ketersediaannya di masyarakat.
Nining mengimbau masyarakat Jabar untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau menimbun barang.
Editor : Eka Rahmawati