Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Resmikan Rekonstruksi Situs Gunung Padang, Tegaskan Komitmen Lestarikan Cagar Budaya
Kholikul Ihsan• Selasa, 16 Desember 2025 | 09:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meresmikan dimulainya rekonstruksi situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan dimulainya pemugaran atau rekonstruksi Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Senin, 15 Desember 2025.
Langkah ini menjawab penantian panjang para arkeolog dan pegiat sejarah, menandai komitmen serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjaga cagar budaya yang kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa rekonstruksi ini bukanlah sekadar wacana, melainkan realisasi dari tanggung jawab negara.
“Negara bertanggung jawab penuh terhadap berbagai rekonstruksi peninggalan sejarah, biaya harus tersedia, kalaupun tidak tersedia harus disediakan,” tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam hal pembiayaan.
Gubernur Jawa Barat menekankan bahwa pelestarian warisan budaya tidak boleh terhambat oleh masalah birokrasi kewenangan.
Sinergi APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten Cianjur dinilai dapat mewujudkan pelestarian ini dan menjadi bukti rekonstruksi Gunung Padang mematahkan anggapan bahwa proyek tersebut hanya sekadar cerita yang diulang setiap pergantian kepemimpinan.
"Semoga hari ini bisa terwujud, kita tidak lagi bicara mana kewenangan Kementerian Kebudayaan, mana kewenangan pemerintah provinsi, mana kewenangan kabupaten, seluruhnya adalah hak dan kewajiban kita untuk memelihara uang membedakan hanya nomenklatur pembiayaan saja,” jelas Dedi Mulyadi.
Selain dari aspek teknis, Dedi juga menyampaikan pandangan filosofis mengenai nama situs tersebut, yang ia yakini mengandung makna peradaban masa lampau.
Gunung menurutnya diartikan sebagai puncak tertinggi dari sebuah peradaban dan padang dimaknai sebagai alam yang luas atau pandangan luas.
Gunung Padang menjadi bukti peninggalan leluhur yang sengaja membangun tempat di lokasi tertinggi untuk mendapatkan gambaran alam dan pandangan hidup secara luas.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jabar, Iendra Sofyan, menambahkan bahwa rekonstruksi ini membawa harapan yakni soal ilmu pengetahuan dan sejarah baru.
Rekonstruksi dan penggalian ini diharapkan dapat menggali lebih dalam informasi sejarah yang dimiliki masyarakat zaman dulu, berpotensi mengungkap babak baru ilmu pengetahuan tentang peradaban Nusantara.
Kemudian peningkatan daya tarik wisata, Iendra optimistis status baru situs ini akan mendongkrak sektor pariwisata. Daya tarik ini diperkuat dengan adanya akses transportasi modern, khususnya melalui program West Java Traincation, yang terhubung langsung dengan jaringan kereta api.
Dengan dukungan infrastruktur dan status Cagar Budaya Nasional, Gunung Padang diharapkan menjadi destinasi wisata sejarah kelas dunia yang menyumbang ekonomi daerah dan nasional.***