Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Abah Imang Warga Gunung Bunder Pamijahan Bogor, Penjaga Hutan di Kaki Gunung Salak yang Bikin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Terharu

Eka Rahmawati • Kamis, 18 Desember 2025 | 17:33 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Abah Imang warga Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Abah Imang warga Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. 

RADAR BOGOR - Abah Imang warga Kampung Kebon Kopi, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Inilah kisah Abah Imang yang dikenal sebagai penjaga hutan kaki Gunung Salak.

Puluhan tahun tinggal di Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor Abah Imang secara sukarela menanam berbagai jenis pohon di tanah kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Sejak puluhan tahun silam itu, Abah Imang sudah menanam ribuan pohon dan secara sukarela menjaga alam hingga membuat Dedi Mulyadi kagum dan menemuinya untuk berbincang berbagai hal termasuk aktivitasnya. 

Dalam momen pertemuan dengan Dedi Mulyadi sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Abah Imang menceritakan kegiatannya yang sudah dilakukan sejak tahun 1970-an.   

"Tanah siapa yang aki garap?" tanya Dedi Mulyadi.

"Tanah pemerintah, tanah negara, asalnya Perhutani sekarang taman nasional (Taman Nasional Gunung Halimun Salak)," jawab Imang.

Sang kakek itu mengaku mendapat bibit pohon dari sekitar kaki Gunung Salak mulai dari pohon puspa, meranti, hingga rasamala. 

Bibit yang dipohon Imang membuahkan hasil dan tumbuh subur hingga bisa menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggalnya meski tanpa dibayar. Abah Imang berharap upayanya menanam pohon itu bisa mencegah terjadinya longsor.

"Jangan sampai hutan longsor, siapa lagi kalau bukan kita yang menanam," ujar Imang yang ikhlas meski tidak mendapat upah dan menyerahkan rezeki kepada Sang Pencipta serta menganggapnya sebagai ibadah.

Abang Imang menyebut pohon rasamala memiliki akar kuat yang bisa menyerap air dan mencegah terjadinya longsor. Tak hanya itu tanaman itu pun memiliki kayu yang bisa dimanfaatkan dan menghasilkan banyak uang, tetapi Abah Imang menolak menebangnya dan memilih untuk menjaganya. 

"Ulah sampai longsor gunung, sedih ningali di tv, waas, paling abah nyumbang ka hutan ulah sampai seperti itu makanya Gunung Salak dijaga ku Abah (jangan sampai longsor gunung, sedih melihat di tv khawatir, paling Abah menyubang ke hutan agar jangan sampai seperti itu, makanya Gunung Salak dijaga oleh Abah)," ungkap Abah Imang yang membuat Dedi Mulyadi terharu.

Abah Imang bahkan menolak uang Rp1 miliar saat diminta menebang pohon rasamala, sebab baginya yang terpenting menjaga alam dan mencegah terjadinya bencana.

Momen haru pun terjadi saat Dedi Mulyadi kemudian meminta Abah Imang untuk menanam ratusan ribu pohon yang mana setiap pohonnya seharga Rp15 ribu dengan total dana Rp3 miliar. Dana tersebut nantinya di antaranya digunakan untuk biaya bibit tanaman hingga perawatan pohon.

Gubernur Jawa Barat itu juga tampak memeluk Abah Imang dan berpesan agar terus menjaga alam.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #Imang #gubernur jawa barat #Gunung Bunder #gunung salak #Pamijahan