Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tolak Diberi Rp1 Miliar untuk Tebang Pohon, Abah Imang Warga Pamijahan Bogor Kini Diminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menanam di Gunung Salak

Eka Rahmawati • Kamis, 18 Desember 2025 | 19:58 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan Abah Imang warga Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan Abah Imang warga Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Abah Imang warga Kampung Kebon Kopi, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang selama puluhan tahun mendedikasikan diri menanam pohon di Gunung Salak kini mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Gubernur Jabar bahkan meminta Abah Imang untuk menanam ratusan ribu pohon berbagai jenis di kawasan kaki Gunung Salak dengan total dana Rp3 miliar.

Abah Imang menyanggupi permintaan Dedi Mulyadi untuk menanam pohon di Gunung Salak demi alam tetap terjaga dan mencegah terjadinya bencana longsor.

Sebelum meminta Abah Imang menanam ratusan ribu pohon, Dedi Mulyadi sempat mengujinya dan meminta agar warga Pamijahan Kabupaten Bogor itu menebang pohon besar yang berusia tua yakni pohon rasamala. 

Dalam pertemuan dengan gubernur Jawa Barat sebagaimana video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Abah Imang menolak menebang pohon rasamala sebab selama ini dianggap dapat mencegah bencana longsor dan memiliki akar kuat.

Pria yang sudah menanam pohon dan menjaga Gunung Salak sejak tahun 1970-an itu bahkan menolak diberi uang Rp1 miliar untuk menebang pohon yang memiliki kayu berkualitas tersebut.

"Rp1 miliar, Rp1 triliun juga abah gak sanggup karena untuk kepentingan alam," ujar Imang kepada Dedi Mulyadi.

Ia juga rela tidak makan demi menjaga pohon rasamala tetap kokoh berdiri di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tersebut dan tidak ingin merusak alam.

Bahkan Imang rela tidak dibayar demi mendirikan pohon di kawasan hutan kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor.

"Manfaatnya apa dari rasamala?" tanya Dedi Mulyadi.

"Nyerap air, ngokohin alam, takut longsor," jawab Abah Imang yang khawatir dengan penebangan pohon dapat mengakibatkan bencana.

"Gak mau nih Rp1 miliar?" ucap Dedi Mulyadi.

"Gak Pak, daripada nebang pohon lebih baik gak makan, teu wani abdi mah (Tidak pak daripada menebang pohon lebih baik tidak makan tidak berani saya)," ungkap Imang. 

Mendengar pernyataan Abah Imang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak kagum hingga mengucurkan dana sebesar Rp3 miliar untuk menanam pohon di kawasan Gunung Salak.

Dana Rp3 miliar rencananya digunakan untuk menanam ratusan ribu pohon di tanah garapan kaki Gunung Salak.

Dedi Mulyadi juga meminta Abah Imang menjadi koordinator dan mengajak warga lainnya untuk menanam pohon di kawasan Gunung Salak demi menjaga alam di wilayah Kabupaten Bogor. 

"Lamun menanam abah daek, lamun menebang embung, lamun bibitna okeh (kalau menanang Abah mau, kalau menebang tidak mau, kalau bibitnya oke)," jelas Imang yang yang terharu Dedi Mulyadi mendanainya untuk menanam pohon.

Dedi Mulyadi berpesan agar pohon yang ditanam itu dirawat dan nantinya ia akan memantau langsung perkembangan pohon di kawasan Gunung Salak tersebut. 

"Rp3 miliar 200 ribu tangkal (Rp3 miliar untuk 200 ribu pohon). Abah koordinatorna, ayeuna masyarakat boga pagawean. (Abah sebagai koordinatornya sekarang masyarakat memiliki pekerjaan)," ucap Dedi Mulyadi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #Imang #gubernur jawa barat #gunung salak #Pamijahan