RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik saat singgah di salah satu pasar tradisional di kawasan Aceh dalam perjalanan dinasnya.
Dalam momen santai tersebut, Dedi Mulyadi terlihat memborong berbagai buah lokal, mulai dari rambutan Aceh, jeruk Medan, salak, hingga langsat, sambil berinteraksi akrab dengan para pedagang dan warga sekitar.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi diketahui membeli rambutan Aceh seberat lima kilogram dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Ia juga menambahkan, pembelian jeruk Medan lima kilogram, salak, anggur, serta langsat yang seluruhnya dihitung sekaligus.
Total belanja buah yang dilakukan Dedi mencapai sekitar Rp825 ribu.
Dedi tampak membagikan sebagian buah yang dibelinya kepada warga di sekitar pasar.
Ia juga sempat mencicipi langsung buah-buahan yang dijual, sambil meminta pedagang memilihkan kualitas terbaik.
Interaksi tersebut berlangsung santai dan penuh canda, mencerminkan kedekatan Dedi dengan masyarakat kecil.
Tak hanya berbelanja, Dedi Mulyadi juga menyempatkan diri berbincang dengan seorang tukang becak motor bernama Samsul Bahri yang akrab disapa Ateng.
Dari perbincangan tersebut terungkap bahwa Ateng sehari-hari menarik becak motor dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp100 ribu per hari, dengan tarif per perjalanan berkisar Rp25 ribu.
Dedi kemudian memberikan perhatian khusus kepada tukang becak tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja sektor informal.
Sikap ini mendapat respons hangat dari warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Dalam perjalanan itu, Dedi Mulyadi dan rombongan disebut tengah menuju kawasan Sawang.
Ia juga sempat menanyakan kondisi jalan yang dilalui, yang dilaporkan masih mengalami kerusakan dan rawan dilintasi.
Aksi spontan Gubernur Jawa Barat tersebut kembali viral di media sosial dan menuai pujian warganet.
Banyak yang menilai gaya blusukan Dedi Mulyadi menunjukkan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pedagang kecil dan produk lokal. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim