RADAR BOGOR - Petugas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok dijuluki pawang ular oleh warga Depok.
Hal itu tak lain karena banyaknya jumlah ular yang mereka evakuasi di kawasan pemukiman warga. Mulai dari ular berbisa seperti kobra dan ular weling hingga ular tak berbisa seperti ular sanca.
"Udah kayak pawang ular, sering sekali mereka tangkap ular," kata Dewi lestari warga Pancoran mas kepada Radar Bogor Selasa 23 Desember 2025.
Julukan itu sejalan dengan jumlah ular yang dievakusi Damkar Kota Depok. Dalam kurun waktu empat bulan terkahir sudah ratusan ular berbagai jenis mereka evakuasi.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Tesy Haryati memaparkan, pada September 2025, ada 40 ular yang dievakuasi. Kemudian pada Oktober 2025 ada 39 ular yang dievakuasi.
Pada November 2025 ada 34 ular dievakuasi damkar. Lalu pada Desember 2025 hingga tanggal 22 Desember 2025 sudah ada 30 ular yang dievakuasi.
"Total ada 143 ular yang dievakusi empat bulan terkahir ini," katanya kepada Radar Bogor Selasa 23 Desember 2025.
Ia memaparkan, untuk ular yang dievakuasi, beragam jenis. Mulai dari ular kopi, ular hijau, ular kobra, ular weling dan ular sanca. "Beragam jenis, kebanyakan kobra dan sanca," paparnya.
Sementara itu untuk ular yang berhasil dievakuasi, kata dia nantinya akan dirilis ke tempat yang jauh dari pemukiman warga. Atau ke habitatnya. Salah satunya ke aliran Sungai Ciliwung. "Rilis (ular yang ditangkap) di Sungai Ciliwung biasanya," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin