“Mari kita perkuat iman melalui perbuatan baik, jika tetangga sakit, kita tengok, jika ada yang kekurangan, kita bantu, jika nilai-nilai ini dijalankan, saya yakin tidak akan ada lagi perdebatan yang berujung konflik,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.
Dedi Mulyadi juga menyampaikan pesan pentingnya aspek kemanusiaan yang harus melampaui batasan formalitas agama maupun latar belakang sosial.
“Menolong jangan melihat agamanya apa, jangan jadikan agama, bahasa, atau perbedaan selera sebagai penghalang, sebab saya ingin menyatukan rasa,” pesan gubernur Jawa Barat.
Iman menurut Dedi Mulyadi tak hanya sekadar status, tetapi sebuah gerakan yang mengandung nilai kemanusiaan dan pembebasan dan berharap kehadiran rumah ibadah dapat menjadi simbol keindahan dalam kehidupan yang rukun, damai, dan penuh kasih sayang.
“Orang beriman seharusnya menjadi penebar kebaikan dalam segala lini, pemimpin yang beriman wajib menyejahterakan rakyatnya, pengusaha yang beriman membahagiakan pegawainya, dan suami yang beriman membahagiakan istrinya,” tegas Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut gubernur Jawa Barat juga menyampaikan pesan damai menyambut momentum Natal tahun ini.
“Semoga perayaan Natal menjadi jalan terang menuju iman, dan iman senantiasa menjelma menjadi kebaikan bagi sesama,” imbuhnya.
Editor : Eka Rahmawati