RADAR BOGOR - Proyek infrastruktur di Kota Depok menjelang akhir 2025 ini kerap dikeluhkan oleh warga.
Sejumlah proyek infrastruktur dilakukan bersamaan di akhir tahun membuat mobilitas masyarakat terganggu.
"Iya, kenapa harus di akhir tahun semuanya, ini jadi bikin macet juga menganggu akses mobilitas masyarakat," kata Ridwan warga Cipayung mengeluhkan soal proyek infastruktur kepada Radar Bogor Kamis 25 Desember 2025.
Seperti proyek di Jalan Pitara Raya, kata dia pengerjaan dilakukan dua kali, saat terjadi longsor kemudian ambles dan kini kembali diperbaiki.
"Jadi kedepanya kalau bisa jangan nunggu longsor dulu, atau kerjakan sekalian tuntas," pintanya.
Senada dikatakan Retno warga Kalimulya. Ia mengatakan, banyak proyek infrastruktur di akhir tahun membuat wakses warga terhambat.
Ia berharap, Pemkot mengevaluasi pola proyek infrastruktur sehingga tidak menumpuk di akhir tahun.
"Satu tahun itu 12 bulan, nah bisa tahun depan ini memanfaatkan waktu satu tahun, jangan di akhir tahun terus," pintanya.
Hal itu menjadi perhatian Wali Kota Depok Supian Suri. Ia mengatakan bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek infrastruktur di sejumlah wilayah.
Evaluasi ini dilakukan menyusul keluhan warga yang terdampak aktivitas pembangunan, mulai dari gangguan akses jalan hingga aktivitas harian masyarakat.
Kepada Radar Bogor, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Depok yang merasa terganggu akibat pengerjaan proyek infrastruktur.
Ia menegaskan, keluhan masyarakat menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk memperbaiki pola pembangunan ke depan.
“Pertama saya mohon maaf kepada warga dengan kondisi yang terganggu. Ini menjadi evaluasi kami,” katanya kepada Radar Bogor.
Salah satunya yang menjadi bahan evaluasi adalah pola pembangunan yang dilakukan secara bertahap dengan volume pendek.
Kata dia, pola ini dinilai justru membuat masyarakat berulang kali merasakan dampak pembangunan setiap tahun.
Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur dengan panjang hanya sekitar 60 meter berpotensi menimbulkan gangguan yang terus berulang.
Sebaliknya, jika proyek dilakukan dengan volume lebih panjang sekaligus, dampak terhadap warga bisa ditekan karena pekerjaan tidak berulang dalam waktu dekat.
“Kalau bisa dibangun dengan volume yang panjang, mudah-mudahan kondisi gangguannya tidak sering dirasakan masyarakat,” paparnya.
Supian menjelaskan, pembangunan proyek infrastruktur di Depok memang ditujukan untuk kepentingan warga.
Namun, Pemkot Depok akan berupaya agar proses pengerjaan tidak berlangsung terlalu lama dan tidak berlarut-larut mengganggu jalur yang dilalui masyarakat.
Selain soal teknis pembangunan, Supian juga menyoroti pentingnya perubahan pola penganggaran.
Ia menegaskan, Pemkot Depok tidak ingin lagi menunggu kerusakan parah atau longsor baru melakukan perbaikan.
Ia mengatakan, alokasi anggaran ke depan akan lebih diprioritaskan. "Sehingga, tidak terjadi nunggu longsor baru kami lakukan perbaikan,” bebernya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin