Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

10 Sekolah di Kota Depok Jadi Sasaran Teror Bom Lewat E-mail, Ini Isi Pesan hingga Pengakuan Terduga Pelaku

Ahmad Sopyan • Jumat, 26 Desember 2025 | 09:44 WIB
Petugas Gegana Brimob melakukan sterilisasi sejumlah sekolah yang mendapat ancaman bom di Kota Depok.
Petugas Gegana Brimob melakukan sterilisasi sejumlah sekolah yang mendapat ancaman bom di Kota Depok.

RADAR BOGOR - Sejumlah sekolah di Kota Depok menerima ancaman teror bom melalui surat elektronik atau e-mail pada Selasa, 23 Desember 2025.

Terdapat 10 sekolah yang yang menjadi sasaran seperti SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.

Dalam surel tersebut, si pengirim mengungkapkan alasan di balik aksinya dengan nada penuh kemarahan dan menulis pesan bahwa dirinya sebagai korban rudapaksa yang laporannya belum ditanggapi pihak berwajib.

"Gua benci sama pendidikan di Depok, gak terima, polisi enggak adil, enggak tanggepin laporan polisi gua," tulis pelaku dalam e-mail tersebut.

Teror ancaman bom itu membuat sejumlah sekolah tersebut panik dan melaporkan ancaman itu kepada pihak kepolisan.

Satuan Penjinak Bom (Sat Jibom) Pasukan Gegana Korbrimob Polri yang bermarkas di Kelapa Dua, Kota Depok diturunkan dan dipimpin Iptu Madih bergerak menuju sejumlah sekolah tersebut hingga melakukan sterilisasi.

"Saat itu, kami langsung melakukan sterilisasi ke SMA Cakra Buana, SMAIT Nurrohman, SMA Bintara, SMA PGRI, SMA Budi Bhakti, SMA Arrahman, SMA Mawaddah, SMAN 6 Depok, SMAN 7 Depok, dan SMAN 4 Depok," kata Ipdu Masih kepada Radar Bogor Jumat, 26 Desember 2025.

Proses sterilisasi pun dilakukan secara menyeluruh, tim Gegana Brimob menggunakan beragam peralatan mulai dari peralatan deteksi, proteksi, dan penjinakan standar Jibom.

"Kami pakai metal detector, handheld mirror, X-Ray Vidisco, serta perlengkapan EOD," imbuhnya.

Pengakuan Terduga Pelaku

Kegiatan sterilisasi berlangsung hingga pukul 00.05 WIB, tim Jibom kemudian dilanjutkan dengan serah terima hasil pelaksanaan kepada pihak Polres Metro Depok dan dari hasil pemeriksaan di seluruh lokasi, tim memastikan tidak ditemukan benda atau barang mencurigakan yang mengarah pada bahan peledak maupun unsur bom.

"Situasi dinyatakan aman dan terkendali," tegasnya.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi juga menyebut tidak ditemukan bom maupun benda mencurigakan di sejumlah sekolah tersebut.

Polisi kemudian melakukan pelacakan terhadap pengirim e-mail tersebut karena telah menimbulkan keresahan dan kekhawatiran publik di tengah suasana liburan Nataru. Pada malam itu juga polisi datang ke rumah terduga pelaku atau pemilik akun email berinisial K.

Polisi kemudian mengintrogasi K dan dari hasil pemeriksaan sementara, pemilik email itu mengaku akun miliknya diretas.

"Sementara dia tidak mengaku, tetapi tetap kita terus telusuri, apakah dia berbohong atau karena memang benar diretas, kita masih terus dalami," tuturnya.

Sementara itu Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan kasus ancaman teor bom tersebut masih terus didalami.

"Sementara masih terus didalami," tuturnya.

Meski demikian peristiwa tersebut tak membuat ibadah Natal di Kota Depok terganggu. Pantauan Radar Bogor sehari setelah teror Bom, umat Kristiani memadati sejumlah gereja di Kota Depok.

Wali Kota Depok Supian Suri bersama Forkopimda memastikan umat Kristiani dapat menaikkan ibadah dengan rasa aman dan tenang.

Ia mengatakan Forkopimda Depok terus monitoring situasi Kamtibmas hingga menjelang malam pergantian tahun baru 2025-2026.

"Kami akan terus melakukan pemantauan hingga menjelang tahun baru," ujar Supian Suri. (faj)

Editor : Eka Rahmawati
#sekolah #depok #bom