RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan keterbatasan anggaran dan defisit fiskal tidak akan menghentikan laju pembangunan di Jawa Barat.
Dalam Rapat Evaluasi Pembangunan 2025 di Bandung. 30 Desember 2025, Dedi Mulyadi mengakui adanya tekanan beban utang serta merosotnya pendapatan pajak kendaraan akibat lesunya industri otomotif.
"Namun, bersama DPRD dan pemangku kepentingan lainnya, kita siap menghadapi kondisi ini, pembangunan tidak boleh berhenti, kita tidak boleh menyerah," tegas Dedi Mulyadi dilansir dari website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menyongsong tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memprioritaskan proyek yang berdampak langsung pada mobilitas dan ekonomi warga, di antaranya:
- Pembangunan Jembatan: Area Dayeuhkolot (Bandung) dan Kabupaten Karawang.
- Solusi Kemacetan: Flyover Bulak Kapal (Bekasi), Underpass Cimahi, Jalur Puncak Dua, dan pembukaan jalan di Padalarang.
- Fasilitas Publik: Integrasi Penerangan Jalan Umum (PJU) secara masif di seluruh wilayah.
Selain infrastruktur, Gubernur Jawa Barat juga fokus pada pembenahan tata ruang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi akibat ketidakkonsistenan kebijakan masa lalu.
Ia pun mengambil langkah berani dalam menjaga ekosistem dengan melarang pembukaan lahan sawit baru di Jawa Barat.
Menurut Dedi Mulyadi, karakteristik geografis Jabar tidak cocok untuk sawit yang boros air dan lahan, sehingga lebih baik difokuskan pada komoditas seperti teh, karet, atau kopi.
Sebagai penutup, Gubernur Jabar memberikan imbauan kepada warga Jawa Barat agar merayakan malam pergantian tahun secara bersahaja dan penuh makna.
Beliau berharap masyarakat menghindari hura-hura melalui pesta kembang api yang berlebihan, dan justru lebih mengutamakan kegiatan doa bersama serta hiburan yang bersifat positif di lingkungan masing-masing.***
Editor : Eka Rahmawati