RADAR BOGOR - Virus influenza varian baru yang dikenal sebagai super flu kini menjadi perhatian kesehatan global dan Indonesia per 2 Januari 2026.
Varian ini adalah Influenza A (H3N2) subclade K, yang dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan lonjakan kasus flu lebih cepat dibanding flu musiman di banyak negara.
Di indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025.
Mayoritas kasus ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan kelompok paling sering terinfeksi adalah anak-anak dan perempuan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengimbau masyarakat di Kota Depok untuk tidak panik.
Namun harus tetap waspada menyusul temuan kasus varian influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di Indonesia sejak akhir Desember 2025 itu.
"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada," kata Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati kepada Radar Bogor, Jumat 2 Desember 2025.
Mary meminta warga Depok untuk menjaga kondisi kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama.
“Jaga kesehatan dengan makan gizi seimbang, cukup istirahat, dan berolahraga secara teratur,” tuturnya
Mary juga mengingatkan pentingnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat mengalami gejala flu untuk mencegah penularan.(Faj)
Editor : Alpin.