RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti video viral yang memperlihatkan seorang warga di Kabupaten Garut diduga diintimidasi setelah mengungkap keluhan soal dana desa.
Dalam video yang beredar di media sosial tampak seorang pria dikerumuni sejumlah orang dan melontarkan kalimat bernada tinggi.
Pada video yang dibagikan salah satunya di Instagram @garutselatan.update disebutkan peristiwa menimpa warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Tampak dalam video aksi dugaan intimidasi terhadap warga Desa Panggalih, Garut itu dilakukan sejumlah orang. Salah satunya anak kepala desa setempat bersama beberapa keluarga lainnya terlihat memarahi warga itu dengan nada tinggi.
"Peristiwa ini diduga dipicu oleh keberanian warga tersebut dalam memposting keluhan mengenai anggaran desa serta rencana perbaikan jalan desa yang hingga kini belum terealisasi dengan maksimal," demikian keterangan dalam unggahan video yang kemudian memicu berbagai reaksi warganet.
Gubernur Jawa Barat meminta kepada jajaran aparat desa di mana pun di wilayah Jawa Barat baik kepala desa, aparat dan perangkat desa sampai ketua RW RT, kepala dusun ada orang yang melakukan kritik atau memposting pembangunan yang belum berkeadilan seperti jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, rumah rakyat miskin yang tidak ada yang peduli agar tidak melakukan intimidasi atau pengancaman.
"Dalam dunia yang semakin terbuka kita ini aparat kalau ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan harus kita menerima dengan lapang dada selanjutnya kita berusaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan," ujar gubernur Jabar dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.
Menurut Dedi saat ini sudah bukan lagi musim anti kritik dan harus siap mendapat kritikan tersebut bukan justru mencaci maki orang yang memberikan kritiknya.
"Sudah bukan musimnya lagi kita anti kritik dan kita mencaci maki orang yang mengkritik kita, bahkan kita harus tahan terhadap caci maki karena bisa jadi kita ini jadi pemimpin salah satu hal yang harus kita alami adalah dicaci maki," tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat itu pun bnerharap agar peristiwa tersebut tidak terulang dan ia meminta kepada seluruh jajaran masyarakat, kepala desa yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan perbaikan pembangunan.
"Kepada bupati (bupati Garut) untuk segera menanganinya jangan membiarkan ada tidakan tindakan intimidatif terhadap otokritik," imbuhnya.
Sementara itu dalam keterangan video yang diunggahnya, Dedi Mulyadi menuliskan keterangan, "Harusnya segera lakukan perbaikan, jangan intimidasi orang yang memviralkan."
Editor : Eka Rahmawati