RADAR BOGOR - Sebuah video curhatan soal jalan rusak dari seorang pedagang telur keliling bernama Holis Mukhlisin mendadak viral di media sosial. Hingga menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pedagang telur yang telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu viral, karena keluhannya terhadap kondisi jalan rusak parah di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.
Namun naas, alih-alih jalan diperbaiki, Holis justru mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Mendengar kabar tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung turun tangan memberikan perlindungan serta bantuan kepada pedagang telur tersebut.
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Holis mengungkapkan bahwa motivasi utamanya mengunggah video jalan rusak adalah karena rasa lelah.
Akibat infrastruktur yang buruk, jatuh dari motor hingga dagangan telurnya pecah sudah menjadi "makanan" sehari-harinya.
Dalam video unggahannya, Holis juga sempat mempertanyakan transparansi penggunaan dana desa yang dinilainya tidak terbuka.
Setelah videonya ramai dikomentari warga di Facebook, Holis dipanggil ke rumah Kepala Desa.
Bukannya diajak berdiskusi secara sehat, ia mengaku justru diintimidasi selama kurang lebih dua jam oleh pihak keluarga Kades, termasuk anak dan menantunya.
Kritik Holis mengenai transparansi Dana Desa rupanya membuat keluarga Kades merasa tersudutkan dan seolah-olah dituduh melakukan korupsi. Kejadian ini sempat membuat Holis trauma dan takut untuk keluar rumah.
“Ya, mungkin dia tidak terima Pak, tidak terima dengan kritik dan saran terus posting tentang jalan rusak,” ucap Holis dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bereaksi keras saat mendengar kabar intimidasi tersebut. Menurutnya, warga yang kritis demi kemajuan daerah tidak seharusnya mendapatkan perlakuan kasar.
Sebagai jalan keluar, Dedi Mulyadi menyarankan agar pemerintah desa lebih terbuka dengan mengumumkan rincian anggaran lewat media sosial seperti TikTok, Facebook, atau Instagram agar warga tidak menaruh curiga.
Akibat merasa terancam, Holis sempat berhenti berjualan selama empat hari. Hal ini membuatnya kehilangan penghasilan untuk menafkahi anak dan istrinya.
Tergerak oleh kondisi tersebut, Dedi Mulyadi secara spontan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5.000.000.
Bantuan ini diberikan agar Holis bisa kembali berjualan telur dengan modal yang lebih besar tanpa rasa takut lagi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga